Kapolri Terima Gelar Kehormatan Tapak Suci di Semarang, Diminta Jadi Cooling System Masyarakat
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
MEDAN -Tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution-Surya menanggapi tudingan yang menyebutkan mereka terlibat dalam praktik politik uang atau money politik dalam kontestasi Pilgub Sumut 2024. Wakil Ketua Tim Pemenangan Bobby-Surya, Yudha Johansyah, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Yudha menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melibatkan aparat pemerintah, mulai dari tingkat kepala lingkungan, lurah, hingga camat untuk memenangkan kandidat yang mereka usung dalam pemilihan gubernur ini. Ia meminta pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk tidak membuat kegaduhan di masa tenang ini dengan menyebarkan fitnah yang tidak berdasar.
“Saya tegaskan, kami tidak pernah melibatkan aparat pemerintah untuk memenangkan Bobby-Surya di Pilgubsu 2024. Jangan membuat kegaduhan di tengah masyarakat di saat masa tenang ini dengan melemparkan fitnah atau isu yang tidak benar,” kata Yudha dalam konferensi pers, Selasa (26/11).
Yudha juga menantang pihak-pihak yang menuding mereka dengan isu money politik untuk dapat menunjukkan bukti yang valid. Ia mengingatkan agar jangan hanya menyebarkan komentar tanpa dasar di media sosial atau media massa, dan jika memang ada bukti, pihak terkait diminta untuk melaporkannya kepada pengawas penyelenggara pemilu.
“Silakan buktikan. Jangan hanya berkomentar dan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Apabila ada bukti, silakan laporkan kepada pihak-pihak terkait. Semua ada prosesnya. Jangan hanya sekadar membuat kegaduhan,” tambah Yudha.
Lebih lanjut, Yudha mengingatkan bahwa pemenang Pilgub Sumut 2024 akan ditentukan oleh masyarakat yang memiliki hak pilih. Ia menegaskan, masyarakat sudah cukup cerdas untuk memilih pemimpin berdasarkan program kerja dan rekam jejak kandidat. Oleh karena itu, ia meminta agar semua pihak menghormati keputusan rakyat dan tidak mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihannya.
“Masyarakat kita sudah cerdas dalam menentukan pemimpin yang tepat untuk Sumatera Utara lima tahun ke depan. Jangan rusak masa tenang ini dengan isu-isu yang tidak benar. Kita lihat hasilnya nanti setelah pencoblosan,” tutup Yudha.
(N/014)
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI
PANGKALPINANG Persoalan pemberitaan mengenai tin slag yang melibatkan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memasuki babak baru. D
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebut meninggal ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti maraknya konten hoaks aksi demonstrasi di media sosial yang dis
POLITIK
JAKARTA Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menyebutkan korban yang berhasil diselamatkan dalam
PERISTIWA
JAKARTA Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menyampaikan harapannya usai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabum
POLITIK
JAKARTA Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dikerahkan untuk mendalami penyebab kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapat
PERISTIWA