"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
BITVONLINE.COM -Praktik politik uang, termasuk serangan fajar yang marak terjadi menjelang hari pemungutan suara, menjadi ancaman serius bagi integritas demokrasi Indonesia. Serangan fajar—istilah yang merujuk pada pemberian uang, sembako, atau barang lainnya kepada pemilih untuk memengaruhi pilihan mereka—dikategorikan sebagai tindakan risywah (suap) dalam Islam dan dinyatakan haram oleh Komisi Waqi’iyyah Bahtsul Masail PWNU Jawa Tengah.
Serangan fajar tidak hanya mencederai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mengubah proses pemilu menjadi ajang transaksi material. Suara rakyat yang seharusnya didasarkan pada visi, misi, serta integritas calon pemimpin, malah terdistorsi oleh imbalan sesaat.
Ketua Komisi Waqi’iyyah Bahtsul Masail PWNU Jawa Tengah menegaskan bahwa praktik politik uang haram dilakukan karena tiga alasan utama:
Termasuk Praktik Risywah (Suap): Dalam Islam, risywah adalah pemberian sesuatu dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Syekh Khatib Asy-Syirbini dalam kitab Mughni Muhtaj mendefinisikan suap sebagai tindakan memberikan sesuatu untuk mendorong orang lain memutuskan sesuatu yang tidak adil. Dilarang oleh Hukum Negara: Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Umum secara tegas melarang pemberian atau penerimaan uang atau imbalan lainnya untuk memengaruhi suara dalam pemilu. Pelanggaran pasal ini dapat dikenakan sanksi pidana. Merusak Tatanan Sosial dan Bernegara: Politik uang dianggap sebagai bentuk perusakan tatanan demokrasi yang dapat menghasilkan pemimpin yang tidak kompeten dan korup.Menurut Taqiyuddin As-Subki dalam Fatawas Subki, suap dilarang karena dapat memengaruhi proses hukum atau pengambilan keputusan dengan cara yang tidak benar. Dalam konteks pemilu, suap seperti serangan fajar bertujuan mengarahkan suara rakyat kepada kandidat tertentu dengan cara yang tidak adil.
“Serangan fajar adalah bentuk risywah, di mana pemberian materi bertujuan mengalihkan pilihan pemilih dari aspek rasional ke aspek material,” jelas As-Subki.
PWNU Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk serangan fajar demi menjaga keadilan dan integritas demokrasi. Partisipasi dalam pemilu harus didasarkan pada penilaian yang objektif terhadap kualitas calon pemimpin, bukan iming-iming materi.
Sebagai upaya menjaga demokrasi, masyarakat diharapkan mampu menahan godaan politik uang yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemilu yang akan digelar pada 14 Februari 2024 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memilih pemimpin yang berintegritas dan kompeten. Menolak praktik politik uang, termasuk serangan fajar, adalah langkah nyata dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
Wallahu a’lam. (N/014)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL