RUU Perampasan Aset: Komisi III DPR Mulai Penyusunan Naskah Akademik
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
Medan – Sekretaris Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, yang juga merupakan Wakil Tim Pemenangan Bobby-Surya, angkat bicara menanggapi pernyataan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, yang menyebut bahwa Bobby Nasution akan hengkang ke partai lain. Sugiat menganggap bahwa pernyataan tersebut tidak perlu dipersoalkan dan menegaskan bahwa para kader PDIP di Sumut masih merasa sayang kepada Bobby dan akan memilihnya ketimbang Edy Rahmayadi pada Pilgub Sumut 2024 mendatang.
Sugiat menanggapi santai pernyataan Hasto dengan mengatakan bahwa Pilkada Sumut bukanlah soal perasaan pribadi atau “sakit hati”, melainkan tentang siapa yang terbaik untuk memimpin provinsi tersebut. “Pilkada Sumut itu bukan pertarungan sakit hati, tapi pertarungan siapa yang terbaik yang bisa memimpin Sumut,” ujar Sugiat saat ditemui di Medan, Selasa (19/11/2024).
Menurutnya, jika PDIP tidak mendukung Bobby Nasution karena faktor pribadi atau “sakit hati”, itu adalah persoalan internal PDIP. Namun, Sugiat menegaskan bahwa bagi masyarakat Sumut, Bobby Nasution adalah sosok yang dianggap mampu menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah pembangunan yang ada di Sumatera Utara.
Sugiat juga mengingatkan bahwa Gerindra-lah yang pertama kali mengusung Bobby Nasution pada Pilkada Kota Medan 2020. Meskipun PDIP ikut berpartisipasi dalam pemenangan Bobby, Gerindra sejak awal telah mendukungnya. “Pada Pilkada Kota Medan 2020, bukan hanya PDIP yang mendukung Bobby, malah Gerindra yang pertama mengusungnya,” kata Sugiat.
Tidak hanya itu, Gerindra juga merupakan partai yang pertama kali mengusung Edy Rahmayadi pada Pilgub Sumut 2018. Sugiat menyampaikan bahwa pada saat itu, harapan Gerindra adalah agar Edy Rahmayadi dapat menuntaskan problematika pembangunan di Sumut. Namun, setelah lima tahun diberi kesempatan, menurut Sugiat, tidak ada satu pun janji kampanye Edy Rahmayadi yang direalisasikan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Gerindra kini memberikan dukungan penuh kepada Bobby Nasution. Sugiat mengungkapkan bahwa Bobby dipilih karena memiliki potensi yang lebih besar untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Sumut. “Ketimbang Edy Rahmayadi yang sudah lima tahun diberi amanah tapi gagal total dalam memimpin Sumut,” lanjut Sugiat, yang baru saja dilantik menjadi Anggota DPR RI.
Sugiat mengungkapkan fakta menarik terkait dengan hasil survei terpercaya yang dirilis oleh Indikator Politik, yang menunjukkan bahwa banyak kader PDIP di Sumut yang lebih memilih Bobby Nasution ketimbang Edy Rahmayadi pada Pilgub Sumut 2024. Menurut Sugiat, hal ini terjadi karena Bobby memiliki ideologi yang lebih sejalan dengan PDIP, yaitu nasionalisme. Sementara itu, Edy Rahmayadi, menurut Sugiat, kerap menggunakan politik identitas dalam berbagai kesempatan, termasuk pada Pilgub Sumut 2018 dan Pilpres 2024, yang dinilai bertentangan dengan ideologi PDIP yang pluralis dan nasionalis.
“Bobby itu nasionalis, sementara Edy Rahmayadi lebih sering memanfaatkan politik identitas untuk kepentingan politiknya. Ini sangat berseberangan dengan ideologi PDIP yang mengedepankan nasionalisme dan pluralisme,” tegas Sugiat.
Sugiat juga menyampaikan dugaan bahwa dukungan PDIP kepada Edy Rahmayadi lebih dipengaruhi oleh faktor kebencian terhadap Bobby Nasution dan keluarga Presiden Joko Widodo. “Kita menduga, karena faktor kebencian yang mendalam, bukan hanya kepada Bobby, tapi juga kepada keluarga Pak Jokowi, maka PDIP sangat terpaksa mendukung Edy Rahmayadi,” ucap Sugiat.
Menurutnya, keputusan PDIP untuk mendukung Edy Rahmayadi adalah pilihan yang terpaksa dan tidak sepenuhnya sesuai dengan ideologi PDIP yang nasionalis dan pluralis. “Pilihan PDIP ke Edy Rahmayadi adalah pilihan yang sangat berat bagi kader PDIP yang terkenal dengan ideologi pluralisme dan nasionalisme,” tambah Sugiat. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi dan perlindungan terhadap sopir transportasi konv
PEMERINTAHAN
BATAM Fandi Ramadhan, Anak Buah Kapal (ABK) asal Belawan, Medan, yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu, membacakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan industri otomotif nasional telah memiliki kapasitas untuk memprodu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan bahwa pihaknya membuka kemungkinan untuk mengundang partai
POLITIK
MANDAILING NATAL Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Warung Kopi Madina menggelar acara syukuran sekaligus buka puasa bersama masyarak
NASIONAL
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait penambahan 3.000 hingga 10.000 unit ta
PEMERINTAHAN
BATUBARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerint
PEMERINTAHAN
DENPASAR Dugaan tindak pidana penipuan melalui media elektronik terkait event lari bertajuk Multikultural Run resmi dilaporkan ke Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG BALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri acara pemberian santunan anak Yatim sekaligus peresmian The Yat
PENDIDIKAN