Wamen Dikdasmen RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA (kiri), pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2025).(foto: T.Jamaluddin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BANDA ACEH – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, mengupas tuntas urgensi penerapan teknologi Deep Learning (DL) dalam sektor pendidikan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital pendidikan berbasis keadilan dan inklusivitas.
Turut hadir Ketua Wilayah Muhammadiyah Aceh Malik Musa, Dewan Pakar Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Prof. Apridar, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Martunis, serta seluruh kepala sekolah dasar dan menengah se-Aceh.
Dalam paparan utamanya, Dr. Fajar menegaskan bahwa Deep Learning, sebagai cabang dari kecerdasan buatan (AI), bukanlah konsep masa depan semata, tetapi solusi nyata atas tantangan pendidikan hari ini.
"Di tengah disparitas guru-siswa dan kesenjangan pembelajaran, DL menjadi katalisator revolusi pedagogi yang berkeadilan," tegasnya.
Ia merinci empat pilar utama penerapan DL dalam pendidikan:
- Personalisasi Massal: Konten disesuaikan dengan gaya belajar dan kecepatan tiap siswa.
- Penutupan Kesenjangan Belajar: Sistem deteksi real-time terhadap kelemahan siswa.
- Efisiensi Administratif: Otomatisasi penilaian tugas hingga 50%, menurut Gates Foundation.
- Konten Imersif: Tutor virtual, analisis emosi, hingga integrasi budaya lokal seperti sejarah Rencong dalam materi pembelajaran.
Wamen menyoroti praktik terbaik di berbagai negara:
- Platform adaptif seperti Ruangguru dan Zenius yang meningkatkan hasil belajar hingga 20% (Johns Hopkins, 2021).