BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Wamen Dikdasmen RI Tegaskan Urgensi Deep Learning dalam Pendidikan Muhammadiyah Aceh

T.Jamaluddin - Minggu, 15 Juni 2025 16:15 WIB
Wamen Dikdasmen RI Tegaskan Urgensi Deep Learning dalam Pendidikan Muhammadiyah Aceh
Wamen Dikdasmen RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA (kiri), pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2025).(foto: T.Jamaluddin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, mengupas tuntas urgensi penerapan teknologi Deep Learning (DL) dalam sektor pendidikan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital pendidikan berbasis keadilan dan inklusivitas.

Turut hadir Ketua Wilayah Muhammadiyah Aceh Malik Musa, Dewan Pakar Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Prof. Apridar, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Martunis, serta seluruh kepala sekolah dasar dan menengah se-Aceh.

Dalam paparan utamanya, Dr. Fajar menegaskan bahwa Deep Learning, sebagai cabang dari kecerdasan buatan (AI), bukanlah konsep masa depan semata, tetapi solusi nyata atas tantangan pendidikan hari ini.

"Di tengah disparitas guru-siswa dan kesenjangan pembelajaran, DL menjadi katalisator revolusi pedagogi yang berkeadilan," tegasnya.

Ia merinci empat pilar utama penerapan DL dalam pendidikan:

- Personalisasi Massal: Konten disesuaikan dengan gaya belajar dan kecepatan tiap siswa.

- Penutupan Kesenjangan Belajar: Sistem deteksi real-time terhadap kelemahan siswa.

- Efisiensi Administratif: Otomatisasi penilaian tugas hingga 50%, menurut Gates Foundation.

- Konten Imersif: Tutor virtual, analisis emosi, hingga integrasi budaya lokal seperti sejarah Rencong dalam materi pembelajaran.

Wamen menyoroti praktik terbaik di berbagai negara:

- Platform adaptif seperti Ruangguru dan Zenius yang meningkatkan hasil belajar hingga 20% (Johns Hopkins, 2021).

- Penilaian otomatis dengan teknologi NLP setara keakuratan penilai manusia.

- Analitik prediktif untuk mencegah siswa drop out.

- Konten cerdas berbasis profil dan konteks lokal siswa.

Meskipun potensial, Dr. Fajar mengakui tantangan serius seperti keterbatasan infrastruktur digital di daerah, isu privasi data, kesiapan guru, dan tingginya biaya pengembangan sistem.

Ia menawarkan enam strategi mitigasi:

- Pilot project bertahap,

- Pelatihan guru berbasis pedagogi data,

- Penguatan jaringan dan perangkat,

- Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan edtech,

- Fokus pada esensi pembelajaran,

- Keterlibatan siswa dalam evaluasi kebijakan.

Ketua Wilayah Muhammadiyah Aceh, Malik Musa, menyatakan komitmen mendalam terhadap transformasi digital ini.

"DL harus memperkuat peran guru, bukan menggantikannya," ujarnya, menegaskan prinsip kemandirian sekolah yang sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, dalam pernyataannya menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital di seluruh wilayah Aceh.

Dr. Fajar menutup paparannya dengan pesan penting:

"Deep Learning adalah alat untuk memanusiakan pendidikan. Tujuannya membebaskan guru dari beban administratif agar bisa fokus membentuk karakter, nilai lokal, dan potensi unik siswa."

Rakorwil ini menjadi tonggak penting dalam sinergi teknologi dan pendidikan humanis, yang diharapkan melahirkan generasi Aceh yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia di era digital.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru