Binjai Terima LHP Belanja 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan, Wali Kota Janji Perbaiki Tata Kelola
MEDAN Pemerintah Kota Binjai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas belanja barang dan jasa Tahun Anggaran 2025 dari Ba
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Presenter sekaligus pengusaha Daniel Mananta mengungkapkan keputusannya untuk tidak menyekolahkan anaknya di salah satu sekolah internasional di Jabodetabek.
Alasannya? Sekolah tersebut diketahui mendukung "Woke Agenda" dengan menyediakan tiga jenis toilet: untuk laki-laki, perempuan, dan gender netral.
Dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya, @DanielManantaNetwork, Daniel menceritakan pengalamannya saat tengah mencari sekolah untuk putranya yang berusia 10 tahun.
Ia kaget ketika melihat adanya toilet gender netral di sekolah tersebut.
"Kemarin pas saya ke sekolahan tersebut, saya datang ke resepsionis, di situ sudah ada WC untuk laki-laki (boys), perempuan (girls), dan gender netral," ujar Daniel.
Daniel kemudian bertanya kepada pihak sekolah soal kebijakan tersebut. Menurut penjelasan guru di sana, pihak sekolah menghormati dan membebaskan murid untuk mengekspresikan identitas gender mereka tanpa intervensi.
"Saya tanya ke gurunya, 'kalian kok terbuka ya soal ini?' dan gurunya bilang, 'iya, karena kita sangat menghormati murid-murid kita.
Kita membebaskan mereka mengeksplorasi perasaannya dan tidak akan bilang pilihan mereka benar atau salah,'" kata Daniel.
Lebih lanjut, Daniel mengungkapkan keprihatinannya ketika mengetahui bahwa konseling siswa tidak melibatkan orang tua murid, demi menjaga privasi dan kebebasan pilihan identitas siswa.
"Apa yang dibicarakan siswa dengan counselor tidak akan pernah dibicarakan dengan orang tua," ungkapnya dengan nada kecewa.
Karena prinsip tersebut tidak sejalan dengan nilai yang dipegang Daniel dan keluarganya, ia pun memutuskan untuk tidak kembali membawa anaknya ke sekolah tersebut.
"Akhirnya saya nggak pernah ajak anak saya ke sekolah itu lagi," tegasnya.
Woke Agenda adalah istilah yang mengacu pada gerakan kesadaran terhadap isu-isu keadilan sosial, termasuk kesetaraan gender, hak LGBTQ+, dan melawan diskriminasi.
Di beberapa negara Barat seperti Amerika Serikat, hal ini sudah menjadi hal umum, termasuk dalam kebijakan pendidikan dan fasilitas publik seperti toilet.
Namun, di Indonesia, konsep ini masih menjadi perdebatan sosial dan budaya, karena belum sepenuhnya diterima secara luas.
Dalam konteks tersebut, keputusan Daniel menjadi refleksi dari perbedaan pandangan antara nilai-nilai lokal dan kebijakan sekolah berstandar internasional.*
(oz/j006)
MEDAN Pemerintah Kota Binjai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas belanja barang dan jasa Tahun Anggaran 2025 dari Ba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji penghentian ekspor sejumlah
EKONOMI
JAKARTA Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengajukan pengunduran diri d
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menanggapi permintaan Roy Suryo agar status tersangkanya dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke7 RI, Jo
HUKUM DAN KRIMINAL
KALTIM PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja di atas target. Hingga akhir Januari 2026, rea
EKONOMI
BADUNG Ratusan peserta mengikuti kegiatan pembersihan sampah di kawasan Pantai Kedonganan, Jimbaran, dan Kelan, Kabupaten Badung, Sabtu
NASIONAL
AMERIKA SERIKAT Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menekan Presiden Israel Isaac Herzog terkait kasus hukum yang menjerat Per
INTERNASIONAL
JAKARTA Kepolisian belum melakukan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser
HUKUM DAN KRIMINAL
GIANYAR Personel Polisi Banjar Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gianyar melakukan kegiatan sambang masyarakat di pe
NASIONAL
ASAHAN Bupati Asahan di Wakili oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri kegiatan penanaman jagung perdana dalam rangka program
PERTANIAN AGRIBISNIS