Gaya Komunikasi Teddy Indra Wijaya Dinilai Sejalan dengan Era Digital Pemerintahan
JAKARTA Pakar komunikasi digital Anthony Leong menilai gaya komunikasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mencerminkan pende
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) resmi meluncurkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada 2025.
Inisiatif ini dirancang untuk menjangkau anak-anak Indonesia yang kesulitan mengakses pendidikan konvensional karena berbagai hambatan, mulai dari faktor geografis hingga ekonomi.
Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program ini merupakan respon terhadap tantangan besar dunia pendidikan di Indonesia, seperti 3,9 juta anak putus sekolah, kekurangan 514.000 ruang kelas, dan kebutuhan 120.000 guru.
"Pendidikan Jarak Jauh ini untuk merespons berbagai situasi, terutama aspek geografis, masalah ekonomi, dan dokumen kewarganegaraan," ujar Tatang pada Jumat (18/7/2025) di Jakarta Selatan.
Jangkauan Luas dan Gratis
PJJ menyasar anak-anak dari keluarga miskin, daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), komunitas adat terpencil, serta korban bencana alam, sosial, dan non-alam.
Program ini tidak memungut biaya, menjadikannya pilihan inklusif dan terjangkau untuk pemerataan akses pendidikan.
Implementasi Tahap Pertama
Pada tahap awal 2025, program ini akan difokuskan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Sebanyak 93 siswa jenjang SMA menjadi peserta pertama. Mereka akan mengikuti pendidikan dari SMAN 2 Padalarang, salah satu SMA Terbuka yang telah siap menjalankan sistem PJJ.
"Harapannya mereka bisa lulus SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi di Tanah Air," tambah Tatang.
Metode Kombinasi Online dan Guru Kunjung
PJJ akan menggunakan metode pembelajaran kombinasi online dan offline. Untuk pembelajaran offline, guru dari sekolah induk akan melakukan kunjungan ke tempat tinggal peserta PJJ, minimal seminggu sekali, untuk memberikan pembelajaran langsung.
Jenjang dan struktur kelas sama seperti sekolah konvensional. Untuk SMA, terdiri dari kelas 10 hingga 12.
Menuju Nasionalisasi PJJ 2027
Setelah sukses implementasi awal, Kemendikdasmen akan mengembangkan program PJJ secara bertahap hingga 2027 ke provinsi-provinsi lain. Ini diharapkan menjadi strategi jangka panjang mengatasi tantangan pendidikan di era industri 4.0.*
JAKARTA Pakar komunikasi digital Anthony Leong menilai gaya komunikasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mencerminkan pende
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait pengadaan kaos kaki y
NASIONAL
JAKARTA Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, kembali menanggapi polemik Putusan MK Nomor 90/PUUXXI/2023 yang mengatur sy
NASIONAL
MALANG Tersangka kasus dugaan pornografi, Imam Muslimin atau yang dikenal dengan nama Yai Mim, meninggal dunia saat hendak menjalani pem
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan tidak ada toleransi bagi aparatur Pemerintah Kota Medan yang terlibat dalam pe
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN ST Burhanuddin melakukan perombakan besar di tubuh Kejaksaan Agung dengan merotasi dan mempromosikan sejumlah pejabat struktural,
SOSOK
MEDAN Pakar hukum agraria dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nurhasan Ismail, menegaskan negara tetap berkewajiban memberikan ganti rug
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat total 52 kilogram yang diduga berasal dari jaringan internas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), termasuk posisi Kepala Kejaksaan Negeri K
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Seorang warga Medan, Rudi Setiawan (56), mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah diduga menjadi ko
HUKUM DAN KRIMINAL