Banjarbaru, Kalimantan Selatan — Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan pendidikan, tetapi juga menjadi harapan utama untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang selama ini bergantung pada bantuan sosial (bansos).
"Keluarga yang tidak mampu pada akhirnya akan berdaya, tidak perlu lagi bansos, tidak boleh bergantung terus dengan bansos. Suatu saat siswa Sekolah Rakyat bisa membiayai keluarganya," ujar Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (22/9/2025).Dalam pelaksanaan program ini, seluruh orang tua dan keluarga siswa akan menjadi peserta Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sehingga mendapat perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
Selain itu, rumah-rumah tidak layak huni milik keluarga siswa juga akan dibantu melalui program renovasi dan pembangunan rumah, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup.Keluarga siswa juga akan menerima berbagai bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), beras, dan bantuan lain selama maksimal lima tahun sejak anak terdaftar dalam Sekolah Rakyat.
"Setelah lima tahun, keluarga dari si anak harus bisa mandiri. Karena selama lima tahun itu keluarga si anak akan diberdayakan melalui berbagai program," tambah Gus Ipul.Mensos juga menyampaikan bahwa keluarga siswa nantinya akan tergabung dalam Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Ia berharap, dengan sinergi berbagai program tersebut, keluarga siswa Sekolah Rakyat dapat naik kelas dari kemiskinan menjadi keluarga yang sejahtera dan mandiri.