Dalam surat resmi yang dikeluarkan Kemendiktisaintek, tidak dijelaskan alasan penundaan maupun jadwal baru pelaksanaan pemilihan tersebut.
"Iya, memang benar informasinya kalau Pemilihan Rektor oleh MWA ditunda," kata Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Amalia Meutia, dalam keterangan tertulis, Kamis pagi (2/10/2025).
Amalia mengaku tidak mengetahui penyebab penundaan karena tidak dicantumkan dalam surat resmi dari kementerian.
"Saya tidak mengetahui sebabnya apa. Penyebabnya tidak dijelaskan dalam surat yang dikirimkan Kementerian. USU masih menunggu informasi selanjutnya dari Kementerian," jelas Amalia.
Ia menambahkan, jajaran MWA USU akan segera menggelar rapat internal untuk membahas isi surat Kemendiktisaintek terkait penundaan tersebut.
"Hari ini, akan ada rapat MWA di Jakarta membahas perihal penundaan Pemilihan Rektor. Kita tunggu saja hasilnya ya," ungkap Amalia.
Surat penundaan bernomor 2354/A/HΜ.00.00/2025 tertanggal 30 September 2025 itu merupakan tanggapan atas surat Ketua MWA USU Nomor 116/UN5.1.MWA/TP.00.03/2025 tanggal 15 September 2025 mengenai konfirmasi jadwal rapat MWA.
Dalam surat tersebut, Kemendiktisaintek menyampaikan permohonan maaf karena pemilihan belum dapat dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di Gedung A, Lt. 2 Komplek Kemendikbud, dan meminta agar dicari alternatif waktu lain yang akan diumumkan kemudian.
Sebelumnya, pemilihan Rektor USU di tingkat Senat Akademik (SA) telah digelar dengan sistem voting oleh 112 anggota senat secara demokratis, jujur, dan adil.
Hasil rekapitulasi menunjukkan Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., meraih suara terbanyak dengan 53 suara.
Posisi kedua ditempati Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan dengan 18 suara, diikuti Prof. Isfenti Sadalia dengan 16 suara.