KPK Kantongi Identitas Pelaku Penghilangan Barang Bukti Kasus Kuota Haji
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku yang menghilangkan baran
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031 di tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) yang dijadwalkan pada 2 Oktober 2025 resmi ditunda oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Dalam surat resmi yang dikeluarkan Kemendiktisaintek, tidak dijelaskan alasan penundaan maupun jadwal baru pelaksanaan pemilihan tersebut.
"Iya, memang benar informasinya kalau Pemilihan Rektor oleh MWA ditunda," kata Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Amalia Meutia, dalam keterangan tertulis, Kamis pagi (2/10/2025).Baca Juga:
Amalia mengaku tidak mengetahui penyebab penundaan karena tidak dicantumkan dalam surat resmi dari kementerian.
"Saya tidak mengetahui sebabnya apa. Penyebabnya tidak dijelaskan dalam surat yang dikirimkan Kementerian. USU masih menunggu informasi selanjutnya dari Kementerian," jelas Amalia.
Ia menambahkan, jajaran MWA USU akan segera menggelar rapat internal untuk membahas isi surat Kemendiktisaintek terkait penundaan tersebut.
"Hari ini, akan ada rapat MWA di Jakarta membahas perihal penundaan Pemilihan Rektor. Kita tunggu saja hasilnya ya," ungkap Amalia.
Surat penundaan bernomor 2354/A/HΜ.00.00/2025 tertanggal 30 September 2025 itu merupakan tanggapan atas surat Ketua MWA USU Nomor 116/UN5.1.MWA/TP.00.03/2025 tanggal 15 September 2025 mengenai konfirmasi jadwal rapat MWA.
Dalam surat tersebut, Kemendiktisaintek menyampaikan permohonan maaf karena pemilihan belum dapat dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di Gedung A, Lt. 2 Komplek Kemendikbud, dan meminta agar dicari alternatif waktu lain yang akan diumumkan kemudian.
Sebelumnya, pemilihan Rektor USU di tingkat Senat Akademik (SA) telah digelar dengan sistem voting oleh 112 anggota senat secara demokratis, jujur, dan adil.
Hasil rekapitulasi menunjukkan Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., meraih suara terbanyak dengan 53 suara.
Posisi kedua ditempati Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan dengan 18 suara, diikuti Prof. Isfenti Sadalia dengan 16 suara.
Calon lainnya yakni Prof. Himsar Ambarita memperoleh 13 suara, Dr. Johny Marpaung 9 suara, Prof. Hasim Purba 2 suara, sementara Dr. Firman Syarif dan Prof. Syahril Efendi tidak memperoleh suara.
Adapun satu suara dinyatakan batal.
Tahap selanjutnya adalah pemilihan di tingkat MWA oleh 21 anggota, namun kini harus tertunda menunggu keputusan baru dari Kemendiktisaintek.*
(ws/dv07)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku yang menghilangkan baran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Purn. Dharma Pongrekun, akhirnya buka suara terkait namanya ya
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti risiko tindak pidana korupsi dalam penugasan khusus PT Pertamina (Persero) terkait pe
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Nilai mata uang Iran, rial, terus merosot di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari dua pekan. Pada Rabu
INTERNASIONAL
DEPOK Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Dalam paparannya, ia
KESEHATAN
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi pelaku Usaha Mikro
EKONOMI
JAKARTA Aplikasi dompet digital DANA menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna memperoleh saldo tambahan tanpa transaksi ber
EKONOMI
MEDAN Malam 27 Rajab dianggap sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam karena keterkaitannya dengan peristiwa Isra Mi&039raj Nabi
AGAMA
OlehNurul Fatta. DALAM negara demokrasi, partai politik semestinya berfungsi sebagai wadah artikulasi dan agregasi kepentingan warga negara
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Turnamen sepakbola Ama Ama Cup Kota Padangsidimpuan kembali memanas dengan laga sengit antara Putra Mandiri FC melawan F
OLAHRAGA