Pernyataan tersebut disampaikan Malik Musa melalui sambungan telepon dari Kuching, Malaysia, kepada Bitvonline, pada Senin (13/10/2025).
"Kita berbangga hati dan gembira atas kehadiran Universitas Ahmad Dahlan di Aceh. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah Aceh tetap berkomitmen mengembangkan lembaga pendidikan tinggi di daerah," ujar Malik Musa.
Ia menambahkan, kehadiran UADAceh membuka lebih banyak kesempatan pendidikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) di berbagai disiplin ilmu.
"Cita-cita Muhammadiyah sejak berdiri seratus tahun lalu adalah mencerdaskan anak bangsa. Kini hal itu terus diwujudkan lewat hadirnya amal usaha Muhammadiyah di seluruh pelosok negeri, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," tuturnya.
Malik Musa menegaskan bahwa kehadiran UAD di Aceh memperkuat eksistensi Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten dalam mengembangkan dunia pendidikan.
"Dengan adanya UAD, maka semakin terbuka peluang bagi anak-anak Aceh untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas yang berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan," kata Malik.
Ia juga menyerukan kepada seluruh warga Muhammadiyah di Aceh untuk ikut ambil bagian dalam memajukan kampus baru tersebut.
Salah satu caranya adalah dengan mensosialisasikan UADAceh kepada lingkungan sekitar dan keluarga besar Muhammadiyah.
"Saya mengimbau para dosen dan pegawai UAD untuk aktif menyosialisasikan keberadaan kampus ini ke seluruh SMA/SMK Muhammadiyah di Aceh. Ini penting agar anak-anak kita tahu dan termotivasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi Muhammadiyah," tambahnya.
Lebih lanjut, Malik Musa berharap UADAceh tidak hanya menjadi simbol kemajuan pendidikanMuhammadiyah di Aceh, tetapi juga mampu mencetak generasi unggul, religius, dan berdaya saing global.
"Kita ingin UADAceh menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kebangsaan," pungkasnya.