Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis, Muryanto memperoleh 22 suara, unggul atas dua kandidat lainnya, Prof Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan dan Prof Isfenti Sadalia, yang masing-masing meraih empat suara, serta satu suara abstain.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Fauzan, menyampaikan dalam sambutannya bahwa pemilihan rektor adalah ritual strategis lima tahunan.
Fauzan menekankan pentingnya pemimpin universitas berpikir kreatif dan visioner.
"Siapapun yang mendapat amanah sebagai rektor, tidak boleh berpikir secara rutin dan konvensional. Kampus seharusnya menjadi ruang bagi orang-orang yang luar biasa-biasa saja," ujarnya.
Ketua MWA USU, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, berharap rektor terpilih mampu membangun sinergi dengan sivitas akademika dan pemangku kepentingan, sehingga USU menjadi universitas terdepan yang membanggakan bangsa.
Pemilihan dilakukan setelah MWA menerima surat dari Mendiktisaintek melalui Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, terkait jadwal pemilihan rektor.
Senat akademik sebelumnya mengajukan tiga nama calon rektor, yakni Muryanto, Poppy, dan Isfenti.
Penghitungan suara dilakukan dengan memperhitungkan suara menteri sebesar 35 persen dan suara 20 anggota MWA lainnya sebesar 65 persen, disaksikan tiga anggota MWA yang ditunjuk Ketua MWA.
Muryanto, sebagai rektor petahana, dinilai telah membawa USU ke level internasional dan mendorong kualitas pendidikan tinggi di universitas tersebut.
Terpilihnya kembali Muryanto menandai fase keberlanjutan pengembangan akademik dan reputasi global USU.*