Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Setelah Nias, program akan diperluas secara bertahap ke zona Pantai Barat, Dataran Tinggi, dan Pantai Timur.
Total kebutuhan anggaran per semester diproyeksikan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
"Kita targetkan tahun 2029 seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut bebas pungutan," ujar Alexander.
Selain menjawab masalah biaya pendidikan, PUBG disebut sebagai intervensi strategis untuk memutus rantai kemiskinan di daerah tertinggal seperti Nias.
Kebijakan ini diproyeksikan membuka akses yang lebih merata bagi siswa miskin, sekaligus menekan angka putus sekolah yang selama ini menjadi persoalan kronis.
Pemerhati pendidikan menilai langkah Sumut ini dapat menjadi model nasional dalam mempercepat pemerataan layanan pendidikan dengan pendekatan berbasis wilayah prioritas.
Dalam konteks ketimpangan pembangunan antarwilayah, Nias menjadi studi kasus bagaimana kebijakan fiskal daerah mampu mengubah peta akses pendidikan di Sumatera Utara.*
(um)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.