BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

PUBG Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan, Nias Menjadi Zona Prioritas Pertama di Sumut

Abyadi Siregar - Rabu, 26 November 2025 07:57 WIB
PUBG Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan, Nias Menjadi Zona Prioritas Pertama di Sumut
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, dan SLB provinsi Sumut tahun 2025 di SMA Negeri 1 Medan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUMATERA UTARA- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan Kepulauan Nias sebagai wilayah pertama penerima Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) pada tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini menandai langkah awal Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), terutama bagi daerah dengan tantangan geografis dan sosial-ekonomi paling berat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan pemilihan Nias sebagai zona prioritas bukan tanpa alasan.

Baca Juga:

Tingginya angka putus sekolah, keterbatasan sarana pendidikan, serta kondisi kemiskinan menjadi pertimbangan utama pemerintah provinsi.


"Ini komitmen Pak Gubernur untuk menghidupkan kembali wilayah kepulauan yang selama ini jauh tertinggal," ujar Alexander, Selasa, 25 November 2025.

Data Kementerian Pendidikan tahun 2022 menunjukkan 490 anak di Kepulauan Nias tercatat putus sekolah, sementara 50 sekolah dalam kondisi rusak.

Ketimpangan pendidikan inilah yang ingin ditekan melalui PUBG, yang memastikan siswa SMA/SMK/SLB Negeri tidak lagi membayar SPP.

PUBG merupakan bagian dari strategi fiskal pendidikan PHTC untuk menghapuskan pungutan biaya yang masih terjadi di sekolah menengah.

Alexander menjelaskan bahwa kajian akademis program tersebut sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan rampung pada akhir November atau awal Desember.

Kajian ini menentukan model pembiayaan yang akan dipakai, apakah melalui klasterisasi wilayah atau berdasarkan data eksisting penerima SPP.


"Model mana yang dipilih akan diputuskan setelah kajian akademik selesai," katanya.

Pada penerapan pertama di Nias, pemerintah menargetkan 41.876 siswa menjadi penerima manfaat dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp21,48 miliar per semester.

Setelah Nias, program akan diperluas secara bertahap ke zona Pantai Barat, Dataran Tinggi, dan Pantai Timur.

Total kebutuhan anggaran per semester diproyeksikan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.


"Kita targetkan tahun 2029 seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut bebas pungutan," ujar Alexander.

Selain menjawab masalah biaya pendidikan, PUBG disebut sebagai intervensi strategis untuk memutus rantai kemiskinan di daerah tertinggal seperti Nias.

Kebijakan ini diproyeksikan membuka akses yang lebih merata bagi siswa miskin, sekaligus menekan angka putus sekolah yang selama ini menjadi persoalan kronis.

Pemerhati pendidikan menilai langkah Sumut ini dapat menjadi model nasional dalam mempercepat pemerataan layanan pendidikan dengan pendekatan berbasis wilayah prioritas.

Dalam konteks ketimpangan pembangunan antarwilayah, Nias menjadi studi kasus bagaimana kebijakan fiskal daerah mampu mengubah peta akses pendidikan di Sumatera Utara.*


(um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TKD Sumut Turun Rp4,7 Triliun, Gubernur Bobby Nasution Dorong Daerah Gunakan Skema Pembiayaan Alternatif
Kasatgas KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Dilaporkan ke Dewas, Diduga Hambat Pemanggilan Bobby Nasution
Bobby Nasution Gandeng Tarekat Naqsabandiyah untuk Perkuat Gerakan Antinarkoba di Sumut
Pramuka Sumut Konsolidasi Perang Melawan Narkoba, Wabup Simalungun Hadir di Pelantikan Kwarda Baru
Sekolah Gratis 2026? Ini Fakta, Tahapan, dan Risiko yang Diungkap Disdik Sumut
Bebas Pungutan! Disdik Sumut Siapkan Program Bersekolah Gratis untuk Semua SMA/SMK/SLB
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru