BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

ASN Aceh Bergotong Royong Bersihkan Sekolah Terdampak Bencana Jelang KBM 5 Januari

Adelia Syafitri - Selasa, 30 Desember 2025 15:57 WIB
ASN Aceh Bergotong Royong Bersihkan Sekolah Terdampak Bencana Jelang KBM 5 Januari
ASN Pemerintah Provinsi Aceh bergotong royong membersihkan sekolah terdampak bencana untuk memastikan KBM semester genap tahun ajaran 2025/2026 dapat dimulai serentak pada 5 Januari 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Aceh bergotong royong membersihkan sekolah terdampak bencana untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap tahun ajaran 2025/2026 dapat dimulai serentak pada 5 Januari 2026.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kegiatan pembersihan dilakukan melalui program bakti sosial ASN dan Dinas Pendidikan Aceh yang dinamai Seumeugleh (pembersihan bersama).

"Pembersihan ini dilakukan untuk mengejar target pelaksanaan KBM sesuai jadwal, meski kondisi beberapa sekolah masih terdampak banjir dan tanah longsor," ujar Murthalamuddin, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga:

Tahap awal pembersihan berlangsung di Kabupaten Aceh Timur pada 29–30 Desember 2025.

Kegiatan ini melibatkan pejabat eselon, guru, tenaga pendidik, MKKS, serta relawan ASN dari berbagai instansi pemerintah provinsi.

Selain SMA, kegiatan ini juga menyasar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Dari total 555 unit SMA di Aceh, sebanyak 214 terdampak bencana, termasuk 78 sekolah yang rusak berat.

Sementara 65 SMK yang terdampak sudah siap menyambut siswa, dan empat dari 69 SLB belum siap beroperasi karena kerusakan berat.

Murthalamuddin menegaskan, meski terjadi kerusakan, KBM tidak boleh terhenti.

"Sekolah yang ruang kelasnya tidak bisa digunakan diarahkan memakai sarana darurat. Kepala sekolah diminta memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap masuk sesuai jadwal," katanya.

Selain itu, para guru diminta berperan ganda sebagai pendidik sekaligus pendamping psikososial.

Pendekatan persuasif diterapkan untuk membantu siswa pulih secara psikologis pascabencana sebelum fokus pada materi pelajaran.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Kaget TNI AD Harus Utang Demi Bangun Jembatan Darurat Pascabencana
KSAD Maruli Simanjuntak Akui Belum Pahami Sistem Keuangan untuk Pembangunan Jembatan Pascabencana
Bupati Bener Meriah Akui Tak Mampu Tangani Rehabilitasi Pascabencana
Bupati Pidie Jaya Desak Pembangunan Huntara dan Huntap Dipercepat, Warga di Pengungsian Terancam Tidak Kondusif
Bupati Aceh Tamiang Minta Aturan Pengelolaan Kayu Banjir ke Kementerian Kehutanan: Mau Diapakan?
Kapolri Beberkan 10 Tantangan Global yang Akan Dihadapi Indonesia Satu Dekade ke Depan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru