BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Mendikti Tegaskan Prodi Tak Relevan Tidak Akan Ditutup, Melainkan Dikembangkan Sesuai Kebutuhan Zaman

Adam - Sabtu, 02 Mei 2026 12:27 WIB
Mendikti Tegaskan Prodi Tak Relevan Tidak Akan Ditutup, Melainkan Dikembangkan Sesuai Kebutuhan Zaman
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (20/3/2025). (Foto: ANTARA/Sean Filo Muhamad)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masa depan tidak akan ditutup, melainkan akan dikembangkan dan disesuaikan.

Brian menyebut, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pembaruan berkelanjutan agar pendidikan tinggi tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Sudah saya sampaikan bahwa untuk program studi, alih-alih ditutup, program studi itu kita kembangkan dalam artian kita lakukan evaluasi," ujar Brian di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, substansi setiap program studi akan terus diperbarui agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terbaru.

Menurutnya, dunia pendidikan harus responsif terhadap perubahan, termasuk munculnya teknologi baru yang sebelumnya belum ada dalam kurikulum lama.

"Kita lakukan update sehingga substansi dari prodi-prodi itu terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk temuan-temuan terbaru," kata Brian.

Sebagai contoh, ia menyinggung bidang Teknik Elektro yang kini harus beradaptasi dengan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan quantum computing.

"Dulu belum ada IoT, belum ada quantum computing, maka itu kita sesuaikan," jelasnya.

Brian menegaskan, pemerintah mendorong adanya continuous improvement dalam sistem pendidikan tinggi agar lulusan perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan bangsa dan perkembangan industri.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukoco, sempat menyebut adanya kemungkinan penutupan prodi yang tidak relevan. Namun, Brian menegaskan arah kebijakan lebih menitikberatkan pada pengembangan, bukan penghapusan.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rentetan Kecelakaan KA, Istana Minta Evaluasi Total Perlintasan Sebidang dan Sistem Keselamatan
KSJ Pusat Evaluasi Kinerja KSJ Tebing Tinggi saat May Day, Fokus Susun Kepengurusan Baru 2026
Kemenko Polkam Dorong Penguatan Keterbukaan Informasi Publik di Bangka Belitung
Buntut Kecelakaan Kereta di Bekasi, Kemenhub Tinjau Ulang Operasional Taksi Green SM dan Sistem Perlintasan
Kemendikti Wacanakan Hapus Prodi Tak Relevan: Lulusan Keguruan Tinggi, Tapi Serapan Kerja Rendah
Yusril: Pemerintah Justru Senang Kritik Akademisi Makin Tajam, Bisa Jadi Bahan Evaluasi Kebijakan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru