BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Tiga Perwira TNI Lulus dari Sekolah Militer Elite AS, Satu Catat Rekor Empat Gelar Magister

gusWedha - Selasa, 16 Juni 2026 20:43 WIB
Tiga Perwira TNI Lulus dari Sekolah Militer Elite AS, Satu Catat Rekor Empat Gelar Magister
Tiga perwira TNI berhasil menyelesaikan pendidikan di US Army Command and General Staff College, Amerika Serikat, pada tahun akademik 2025–2026. (Foto; ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

FORT LEAVENWORTH – Tiga perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menyelesaikan pendidikan di US Army Command and General Staff College (CGSC), Amerika Serikat, pada tahun akademik 2025–2026. Salah satu di antaranya meraih capaian akademik tambahan berupa gelar Master of Operational Studies (MOS), yang menjadi gelar magister keempat dalam rekam pendidikan formalnya.

Perwira tersebut adalah Mayor Inf Dr. Zulfikar Rakita Dewa, S.E., S.Hub.Int., M.I.Pol., M.H., M.M., MOS, yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin, mulai dari ekonomi, hukum, hubungan internasional, manajemen, hingga ilmu politik dan pemerintahan.

CGSC yang berlokasi di Fort Leavenworth, Kansas, merupakan salah satu lembaga pendidikan militer tingkat lanjut yang melatih calon pemimpin militer dari berbagai negara. Sekolah ini dikenal sebagai pusat pengembangan strategi dan kepemimpinan militer yang memiliki reputasi internasional.

Baca Juga:

Dalam sejarahnya, sejumlah perwira Indonesia juga pernah menempuh pendidikan di institusi tersebut, termasuk tokoh militer nasional seperti Jenderal TNI Ahmad Yani dan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada tahun akademik 2025–2026, CGSC meluluskan 951 peserta dari berbagai matra militer Amerika Serikat, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, hingga Space Force, serta peserta sipil dan perwira internasional dari 92 negara.

Sebanyak 120 International Military Students turut menjadi bagian dari angkatan tersebut, mencerminkan sifat global pendidikan militer di lembaga itu.

Keberhasilan tiga perwira Indonesia ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan, sekaligus memperkuat kerja sama militer Indonesia dengan negara mitra, khususnya Amerika Serikat.

Selama mengikuti pendidikan, para peserta tidak hanya mempelajari strategi dan operasi militer modern, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan perwira dari berbagai negara, sehingga memperluas pemahaman mengenai dinamika keamanan global.

Mayor Zulfikar menyebut pengalaman tersebut sebagai kesempatan penting untuk memperdalam kemampuan analisis dan kepemimpinan pada tingkat operasional dan strategis, sekaligus memperluas jejaring internasional.

"Pendidikan ini memberikan kesempatan untuk memahami berbagai perspektif dalam menghadapi tantangan keamanan masa kini dan masa depan," ujarnya.

Pemerintah dan TNI diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman para perwira tersebut untuk memperkuat profesionalisme serta kapasitas pertahanan Indonesia di tengah dinamika keamanan global yang semakin kompleks.*

(dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pawai 1 Muharram Meriah di Banda Aceh, Unta Kreasi SD Al-Azhar Kairo Curi Perhatian Kak Na
Milad ke-109 Aisyiyah di Aceh Selatan, Teguhkan Dakwah Kemanusiaan untuk Perdamaian
Anggaran Revitalisasi Sekolah Rp14 Triliun Dinilai Masih Terlalu Kecil, JPPI: Hanya Rp197 Juta per Sekolah
Bundaran HI Jadi Pusat Demo Hari Ini, Ini Isi Tuntutan 11+9 Mahasiswa!
Ijazah Tak Lagi Jadi Modal Utama Cari Kerja, Wamenaker: Industri Kini Lebih Utamakan Kompetensi
Buntut Temuan BPK soal Dana BOS, 326 Kepala Sekolah di Sulsel Ajukan Pengunduran Diri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru