BREAKING NEWS
Jumat, 26 Juni 2026

Sekda Simalungun Ajak Pelajar Menabung Sejak Dini, Waspadai Investasi Ilegal dan Pinjol

Azryn Marida - Jumat, 26 Juni 2026 09:43 WIB
Sekda Simalungun Ajak Pelajar Menabung Sejak Dini, Waspadai Investasi Ilegal dan Pinjol
Sekda Simalungun buka kegiatan Edukasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan bagi ASN dan Edukasi Keuangan bagi Pelajar SD serta SMP, Rabu (24/6/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengajak para pelajar untuk membiasakan diri menabung sejak usia dini sebagai langkah mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Menurutnya, kebiasaan menabung tidak hanya membantu mengelola keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.

Ajakan tersebut disampaikan Mixnon saat membuka kegiatan Edukasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Edukasi Keuangan bagi pelajar SD dan SMP dalam rangka Road to Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, itu menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Mixnon menegaskan bahwa budaya menabung perlu ditanamkan sejak dini karena menjadi fondasi penting dalam membangun perencanaan keuangan yang sehat.

"Menabung bukan hanya menyimpan uang, tetapi juga membangun kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan secara lebih baik," ujarnya.

Selain mengajak pelajar menabung, Mixnon juga mengingatkan para ASN agar semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan. Ia berharap ASN mampu memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan sekaligus menjadi sumber informasi yang benar bagi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus mewaspadai berbagai risiko seperti investasi ilegal, pinjaman online bermasalah, pencurian data pribadi, hingga berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

Karena itu, literasi keuangan dinilai menjadi bekal penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari praktik yang merugikan.

Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan OJK Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,4 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Yovvi mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas lembaga keuangan sebelum berinvestasi. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai tawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Apabila menemukan dugaan penipuan atau investasi ilegal, masyarakat dapat menghubungi layanan OJK melalui kontak 157.

Sebagai penutup kegiatan, Bank Sumut menyerahkan tabungan secara simbolis kepada perwakilan pelajar. Penyerahan dilakukan oleh Sekda Simalungun bersama perwakilan OJK, Bursa Efek Indonesia, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menabung sejak dini di kalangan generasi muda.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Siap-Siap! Tak Lagi Gratis, Tol Sinaksak–Simpang Panei Segera Berlakukan Tarif Resmi
MTQ KORPRI Sumut Ditutup, Sulaiman Harap Lahir ASN Berintegritas dan Berjiwa Qurani
43 Atlet TSA Aceh Siap Tempur di National Taekwondo Championship 2026
Pemprov Sumut Bentuk Satgas Judol, ASN hingga Pegawai BUMD Akan Diawasi Ketat
Tak Sekadar Lomba, MTQ Korpri Sumut Jadi Wadah Pembentukan ASN Berintegritas
Motor Sitaan Kasus BGN Berpeluang Jadi Kendaraan Guru Honorer, DPR Beri Lampu Hijau
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru