BREAKING NEWS
Minggu, 26 Juli 2026

360 Peserta Sekolah Lansia Tangguh Diwisuda, Bupati Simalungun: "Semangat Belajar Tidak Pernah Dibatasi Oleh Usia"

Azryn Marida - Minggu, 26 Juli 2026 11:04 WIB
360 Peserta Sekolah Lansia Tangguh Diwisuda, Bupati Simalungun: "Semangat Belajar Tidak Pernah Dibatasi Oleh Usia"
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih memimpin Wisuda Akbar Sekolah Lansia Tangguh Tahun 2026 di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Kamis (23/7/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) melalui penyelenggaraan Wisuda Akbar Sekolah Lansia Tangguh Tahun 2026.

Sebanyak 360 peserta dari 13 Sekolah Lansia di 12 kecamatan resmi diwisuda dalam acara yang digelar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Sumatera Utara, Kamis, 23 Juli 2026.

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih.

Baca Juga:


Acara tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr. Mahyuzar, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pangulu, jajaran TP PKK, serta para pendukung program Sekolah Lansia Tangguh.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Simalungun, Gimrood Sinaga, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh merupakan program strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang bertujuan mendampingi para lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat melalui pendidikan nonformal yang terstruktur.

Menurut Gimrood, selama mengikuti program tersebut para peserta memperoleh pembelajaran yang mencakup tujuh dimensi pembentukan karakter lansia tangguh.

Materi yang diberikan meliputi kesehatan fisik dan mental, pola gizi, aktivitas fisik, penguatan spiritual, hingga keterampilan praktis seperti seni budaya, bercocok tanam, dan pembuatan kerajinan tangan.


"Tahun ini, sebanyak 360 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari 13 Sekolah Lansia di 12 kecamatan telah berhasil menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang terdiri dari 11 kali pertemuan belajar," ujarnya.

Ia menegaskan, wisuda tersebut bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lansia untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan terus berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini," ucapnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba dan LGBTQ demi Selamatkan Generasi Muda
Satgas PRR Desak Pemda Aceh Segera Serap Dana Rp1,652 Triliun untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana
Siswa SDN 10 Linge Mulai Tinggalkan Tenda, Empat Ruang Kelas Darurat Resmi Digunakan Pascabanjir Aceh Tengah
Prof. OK Saidin: Saatnya MABMI Satukan Kekuatan Puak Melayu Bangun Ekonomi dan Pendidikan
Transisi Darurat Bencana Aceh Berakhir 30 Juli, Pemerintah Bahas Status Penanganan Selanjutnya
30 Persen Penduduk Indonesia Adalah Anak-anak, UGM Ungkap Akses Kesehatan dan Pendidikan Belum Merata
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru