Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia menilai inovasi yang diterapkan mahasiswa selama berada di Kecamatan Aek Songsongan menjadi contoh kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan secara berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan," ujar Wabup.
Menurut Rianto, pengetahuan dan inovasi yang dibawa mahasiswa diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat.
Dengan demikian, kehadiran KKN UGM tidak hanya meninggalkan program selama masa pengabdian, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang dapat dikembangkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Program pemanfaatan limbah makanan menjadi maggot tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan sampah organik dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Jika dilakukan secara konsisten, inovasi tersebut berpotensi mendukung pengurangan limbah sekaligus membantu kebutuhan pakan ternak masyarakat.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.