BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Dari Ketinggian Jalur Rempah hingga Hilirisasi Kelapa: Aksi Ganda Mapala UI di Maluku dan Maluku Utara

gusWedha - Rabu, 12 Agustus 2026 20:58 WIB
Dari Ketinggian Jalur Rempah hingga Hilirisasi Kelapa: Aksi Ganda Mapala UI di Maluku dan Maluku Utara
Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menggelar dua kegiatan di Maluku dan Maluku Utara pada Agustus 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALUKU - Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menggelar dua kegiatan di Maluku dan Maluku Utara pada Agustus 2026. Selain menjelajahi potensi alam melalui ekspedisi paralayang, mereka membawa misi pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan komoditas kelapa.

Dua agenda tersebut dikemas melalui Fly The Spice Islands dan Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) 2026. Fly The Spice Islands mengajak mahasiswa menelusuri jalur rempah dari perspektif udara, sementara UIMN berfokus pada pengembangan potensi kelapa di Desa Wailulu, Maluku Tengah.

Ketua Mapala UI Salman Muzhaffar mengatakan kedua kegiatan itu menjadi bentuk perpaduan antara aktivitas petualangan dan kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.

Baca Juga:

"Kedua program ini menjadi representasi semangat bertualang anak muda sekaligus wujud kontribusi mahasiswa untuk masyarakat," ujar Salman.

Dalam program Fly The Spice Islands, Mapala UI menelusuri kawasan Maluku Utara dengan metode hike and fly. Tim melakukan pendakian menuju titik penerbangan sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan paralayang.

Sebanyak 10 orang yang terdiri atas tiga pilot dan tujuh anggota pendukung terlibat dalam ekspedisi tersebut. Mereka menyasar tiga gunung, yakni Gunung Gamalama di Ternate, Gunung Gamkonora di Halmahera, dan Gunung Woka di Kepulauan Tidore.

Penerbangan pertama dilakukan dari Gunung Gamalama pada Sabtu (8/8/2026). Pilot ekspedisi Gendon Subandono mengaku mendapatkan pengalaman yang memadukan tantangan medan dengan panorama alam Ternate.

"Lepas dari bebatuan besar di lereng kawah utara rasanya lega, parasut membumbung menjauh dari kawah Gamalama dan disambut pemandangan indah Ternate," kata Gendon.

Ekspedisi tersebut tidak hanya mengejar pencapaian penerbangan. Mapala UI juga menargetkan dokumentasi penerbangan dari tiga puncak serta penyusunan rekomendasi untuk mendukung pengembangan pariwisata dirgantara di Maluku Utara.

Tim juga menyiapkan dokumentasi dalam bentuk film untuk memperkenalkan potensi wisata minat khusus di wilayah tersebut.

Dalam aspek keselamatan, Mapala UI berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk SENDAL-IKJ, BSM Rental, Mapala Emas Sonyinga Alam (ESA) Fakultas Teknik Universitas Khairun, dan Basarnas.

Sementara itu, program UIMN 2026 mengambil pendekatan berbeda. Sebanyak 11 mahasiswa diterjunkan ke Desa Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah, untuk mendampingi masyarakat mengembangkan potensi komoditas kelapa.

Program yang dimulai pada Selasa (11/8/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu bulan. Mapala UI bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wailulu dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Darussalam melalui Darmapala Ambon.

Pengembangan kelapa menjadi salah satu fokus utama karena produksi komoditas tersebut di Desa Wailulu cukup besar. Saat panen raya, produksi kelapa di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 30 ton.

Namun, sebagian besar hasil kelapa selama ini diolah menjadi kopra. Harga kopra yang relatif rendah dan fluktuatif membuat nilai tambah yang diterima masyarakat belum maksimal.

Melalui UIMN 2026, mahasiswa memperkenalkan alternatif pengolahan kelapa menjadi tepung kelapa. Pendampingan dilakukan mulai dari praktik produksi, pengolahan menjadi produk pangan, pembentukan komunitas kerja, hingga penyerahan aset produksi kepada masyarakat.

Project Officer UIMN 2026, Nivand, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak kepada masyarakat, tidak hanya menjalankan aktivitas akademik di kampus.

"Sebagai mahasiswa selain punya kewajiban di dalam kelas kita juga punya kewajiban di luar kelas, salah satunya untuk berdampak pada masyarakat Indonesia," ujar Nivand.

Raja Negeri Wailulu, Muslim Tounussa, berharap program tersebut dapat terus berjalan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan pengabdian.

Dia berharap kelompok perempuan dan pelaku UMKM di Wailulu dapat menjadikan tepung kelapa sebagai salah satu produk unggulan desa.

"Harapan beta, selesai dari kegiatan ini, bukan selesai juga hasilnya. Namun, ibu-ibu PKK maupun UMKM menjadikan tepung kelapa sebagai salah satu produk unggulan yang ada di Negeri Wailulu," tutur Muslim.

Dua program tersebut menunjukkan pendekatan Mapala UI dalam mengembangkan potensi kawasan timur Indonesia. Fly The Spice Islands berfokus pada eksplorasi alam dan pengembangan wisata petualangan, sedangkan UIMN mendorong peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

Kolaborasi dengan masyarakat, komunitas lokal, lembaga terkait, dan sejumlah mitra menjadi bagian dari pelaksanaan kedua program tersebut. Mapala UI juga mendapat dukungan dari EIGER Adventure.

Brand Partnership Manager EIGER, Eva Fitri Yeni, menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas petualangan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

"Petualangan bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat," ujar Eva.

Bagi Mapala UI, ekspedisi ke Maluku dan Maluku Utara bukan sekadar tentang pendakian maupun penerbangan paralayang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata, menghidupkan kembali narasi Jalur Rempah, serta mendorong masyarakat mengembangkan nilai ekonomi dari sumber daya lokal secara berkelanjutan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PT Inalum Dukung Bimbel Bogak Bahagia, 94 Anak Desa Bogak Ikuti Program Pendidikan
Tiga Helikopter Terbang Berdekatan, Mensesneg Akui Sempat Berdebar Saksikan Gladi Kotor HUT RI
Dari 5 Ribu ke 116 Ribu Followers, Begini Cara Pemko Medan Ubah Citra 'Kota Sejuta Lubang
Fakta Sidang Mayor Faisal Mulia: 12 Paket Sabu Hendak Dikirim Lewat Pesawat TNI AL, Kapten Mengaku Beli 3 Kali
Kotoran Ternak Disulap Jadi Biogas, UMSU Wujudkan Desa Energi Hijau di Langkat
Jelang Lomba Aku Hatinya PKK Sumut 2026, TP PKK Asahan Pantau Kesiapan Desa Persatuan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru