BREAKING NEWS
Rabu, 16 September 2026

Disdik Sumut Klaim Seluruh SMA, SMK dan SLB Negeri Sudah Dialiri Listrik dan Internet

Abyadi Siregar - Rabu, 16 September 2026 16:56 WIB
Disdik Sumut Klaim Seluruh SMA, SMK dan SLB Negeri Sudah Dialiri Listrik dan Internet
Ilustrasi - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si., meninjau proses revitalisasi SMA Negeri 20 Medan, Selasa (15/9/2026). (foto: Disdik Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Dinas Pendidikan Sumatera Utara mencatat seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah teraliri listrik dan memiliki akses internet.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Daerah (PSD).

Program itu ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran, termasuk pembelajaran berbasis digital.

Baca Juga:

"Fasilitas listrik dan internet, yang sudah terealisasi di tahun 2025, dimana seluruh sekolah kita Pemerintah Provinsi Sumatera Utara SMA, SMK, SLB itu sudah dialiri listrik 100 persen dan dialiri internet 100 persen," kata Terang Dewi Susantri Ujung, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Terang, sejumlah sekolah juga telah dipasangi Starlink untuk mendukung akses internet.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menjalankan kegiatan pembelajaran secara digital.

"Beberapa sekolah itu dipasang Starling yang harapannya itu bisa membantu sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan digitalisasi pembelajaran dan hal-hal lainnya," tuturnya.

Penyediaan listrik dan internet di sekolah menjadi salah satu target yang sebelumnya disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPRD Sumut setelah dilantik, Bobby mengatakan masih ada sekolah di Sumatera Utara yang belum memiliki fasilitas listrik dan akses internet yang memadai.

"Kami ingin menyampaikan dalam waktu 2 tahun ke depan, kami ingin memastikan seluruh sekolah yang ada di Sumatera Utara ini bisa layak untuk bisa dijadikan tempat pembelajaran, ada listrik, ada internetnya, sehingga memastikan pendidikan di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik, baik secara kualitas infrastrukturnya dan kualitas dari gurunya itu sendiri," kata Gubernur Sumut Bobby Nasution saat rapat paripurna DPRD Sumut pertama kali usai dilantik, Senin, 3 Maret 2025.

Selain penyediaan listrik dan internet, Dinas Pendidikan Sumut juga melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sejumlah sekolah negeri pada 2026.

Terang mengatakan terdapat 187 ruang kelas yang direhabilitasi. Selain itu, ada tujuh sekolah yang direvitalisasi dan pembangunan 120 ruang kelas baru.

Sejumlah pekerjaan tersebut juga mencakup sekolah yang terdampak bencana.

Dari program rehabilitasi ruang kelas, sebanyak 70 sekolah disebut telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi.

Total pagu anggaran untuk rehabilitasi ruangan tersebut mencapai Rp31.390.668.601.

"Ada 70 sekolah yang yang baru selesai rehabilitasi ruangan kelasnya. Untuk rincian total pagu anggaran keseluruhan rehabilitasi ruangan Rp31.390.668.601,00," jelas Terang, Rabu, 16 September 2026.

Untuk pembangunan ruang kelas baru, sebanyak 43 dari target 120 sekolah disebut telah menyelesaikan pembangunan.

Total anggaran untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp41.494.275.000.

"Untuk revitalisasi sekolah ada di 7 sekolah dengan total anggaran secara keseluruhan Rp31.079.491.762,00," jelasnya.

Tujuh sekolah yang masuk dalam program revitalisasi tersebut adalah SMA 20, SMA 1 Binjai, SMA 1 Salak, SMK 1 Gidö, SMA Negeri 1 Atap Pulau Banyak, SMKN 1 Tigapanah, dan SMKN 1 Boronadu.

Terang mengatakan proses rehabilitasi ruang kelas masih berlangsung di sejumlah sekolah. Rata-rata progres pekerjaan fisik saat ini mencapai sekitar 70 persen.

"Saat ini untuk rehabilitasi ruangan kelas sudah ada yang berproses dan rata-rata pekerjaan fisik di 70 persen.

Bahkan ada 17 sekolah yang sudah selesai pekerjaannya 100 persen. Pekerjaan ini sebagian dimulai pada bulan Juni dan akan berakhir di bulan September. Ini sedang berproses. Beberapa ada yang masih dalam proses tender dan dalam proses mekanisme pengadaan lainnya,"jelasnya.

Sementara itu, untuk pembangunan ruang kelas baru, seluruh pekerjaan disebut sudah dalam tahap kontrak dan pengerjaan di lapangan sedang berjalan.

"Untuk targetnya berbeda-beda sesuai dengan kontrak yang berproses. Ada yang dimulai di bulan Juli–Agustus dan ada yang akan berproses di bulan September karena baru kontrak," ucapnya.

Terkait sekolah yang terdampak bencana, Terang belum dapat merinci jumlah sekolah yang telah selesai diperbaiki.

"Dapat kami jelaskan bahwa untuk jumlah sekolah yang kita lakukan rehab, itu ada jumlah sekolahnya, jadi kita mendapat dana TKD kemarin yang kita prioritaskan proses rehabilitasinya untuk daerah terdampak bencana. Untuk jumlahnya secara detail nanti kami informasikan kemudian, karena kami tidak bisa menerka-nerka,"ucapnya.

Ia menjelaskan anggaran rehabilitasi sekolah terdampak bencana dipisahkan dari pembiayaan lainnya.

Pemerintah Provinsi Sumut juga memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan anggaran dari pemerintah pusat.

"Tetapi untuk tahun ini, dapat kami sampaikan bahwa untuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana itu kita anggarkan untuk proses rehabilitasinya. Dan anggaran yang diberikan kepada sekolah-sekolah, baik itu melalui Cabang Dinas maupun bidang, itu tidak beririsan dengan dana dari kementerian.Jadi, kita pisahkan,"jelasnya.

Jika rehabilitasi sebuah sekolah sudah dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah tersebut tidak lagi dibiayai melalui APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Kalau sudah dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, itu tidak menjadi bagian dari pembiayaan APBD Provinsi Sumatra Utara.

Tetapi melalui data yang ada di Situpasna, sekolah-sekolah yang terdampak bencana itu kita upayakan untuk melakukan rehabilitasi dari dana APBD yang ada di Pemerintah Provinsi Sumatra Utara,"tutupnya.* (dtm/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Genangan Muncul Saat Hujan, Wawali Medan Temukan Drainase Terputus dan Tersumbat di Helvetia
Cegah Tawuran, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram Sambangi Rumah Anak yang Diduga Terlibat
Dalami Penyebab Karhutla di HGU PT GSM Nagan Raya, Polda Aceh Turunkan Tim Puslabfor
Prabowo: Kita Pelayan Rakyat, Kalau Tak Kuat Harus Minggir
Prabowo Bakal Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah dan DPRD se-Indonesia, Ada Apa?
Prabowo Tolak Usulan Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional, Bagaimana dengan FIFA ASEAN Cup?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru