Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Artinya, belajar dengan bapak ibunya di rumah itu tidak memungkinkan. Mayoritas rakyat Indonesia mengandalkan transformasi ada di sekolah," jelas Ubaid.
Ia berharap pemerintah memperkuat kualitas guru, memperbaiki kurikulum, serta membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa. Dengan demikian, murid tidak hanya dinilai berdasarkan hasil belajar, tetapi juga memperoleh kesempatan yang adil untuk meningkatkan kemampuannya.
Ubaid kembali mengingatkan pemerintah agar mengkaji dampak kebijakan tersebut sebelum diterapkan. Menurutnya, perbaikan sistem pendidikan harus menjadi prioritas agar kebijakan kenaikan kelas tidak justru memperlebar kesenjangan kesempatan belajar di antara siswa.
Wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menanggapi rencana tersebut, JPPI menilai pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu bahwa kualitas pembelajaran dan dukungan bagi siswa telah memadai.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.