Wantimpres dan Bisikan di Balik Pintu Istana
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
SILALAHI — Perbukitan di Desa Silalahi 3, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, yang terletak di pinggiran Danau Toba, mengalami kebakaran hebat yang dimulai sejak Jumat (26/7) siang. Hingga kini, kobaran api masih belum sepenuhnya padam, menambah kekhawatiran warga dan pihak berwenang mengenai dampak lingkungan dari peristiwa tersebut.
Menurut keterangan seorang warga setempat, Gogo, kebakaran di bukit tersebut dimulai sekitar pukul 14.24 WIB pada hari Jumat. “Bukit terbakar mulai dari tanggal 26, dari jam 14.24 WIB,” ujar Gogo. Kebakaran ini semakin meluas karena hembusan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut, yang turut memperburuk kondisi pemadaman.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi mengungkapkan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektare. Dalam laporan BPBD, disebutkan bahwa penyebaran api disebabkan oleh hembusan angin yang kuat dan musim kemarau yang melanda kawasan itu. “Kebakaran hutan dan lahan ini merambat meluas karena hembusan angin dan musim kemarau,” demikian pernyataan dari BPBD.
Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran ini. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, TNI, dan masyarakat setempat. Kendala utama yang dihadapi adalah medan yang terjal dan akses yang sulit, yang membuat proses pemadaman semakin menantang.
Kebakaran lahan ini menambah daftar masalah lingkungan yang dihadapi kawasan sekitar Danau Toba, yang merupakan salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Indonesia. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengancam keanekaragaman hayati serta kualitas udara di wilayah tersebut. Selain itu, kebakaran ini juga berpotensi merusak ekosistem yang ada di sekitar Danau Toba, yang merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang dilindungi.
Para ahli lingkungan mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan, terutama yang terjadi di area yang rawan seperti perbukitan dan kawasan sekitar danau, dapat memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk segera menangani kebakaran ini dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
(K/09)
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
JAKARTA Pengguna yang baru pertama kali menggunakan iPhone akan langsung menemukan sejumlah aplikasi bawaan. Beberapa di antaranya adala
SAINS DAN TEKNOLOGI
SIAK Bupati Siak Afni Zulkifli tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) d
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indonesia kembali mendapat sorotan dalam daftar kuliner Asia Tenggara. Dua buah yang dikenal luas di Indonesia masuk dalam 10 be
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besarbesaran terhadap 89 perwira tinggi dan perwira menengah Polri sehari se
NASIONAL
MEDAN Harga tiket pesawat dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, terpantau mengalami kenaikan untuk sejumlah rute pada periode libur Tahun
PARIWISATA
JAKARTA Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga dan menyayangi makhluk hidup. Namun, terdapat pengecualian terhadap hewan tertentu yang di
AGAMA
MEDAN Gangguan keamanan dan ketertiban terhadap perjalanan kereta api di Sumatera Utara turun 75 persen sepanjang Januari hingga September
PERISTIWA
JAKARTA Pemohon perkara sengketa syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, memperkirakan Mahkamah Konstitu
POLITIK
JAKARTA Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mendapat sorotan dari kader Partai Solidaritas In
POLITIK