Pemko Medan Perluas Program Tebus Ijazah, Kini Jangkau Siswa Madrasah Swasta
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN -Hasil autopsi terhadap jasad Ade Nurul Fadilah (19), siswi sekolah penerbangan yang sebelumnya dicurigai meninggal karena penganiayaan di asrama sekolahnya di Medan, telah diumumkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter forensik RS Bhayangkara Medan menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan, dr. Ismurrizal, menjelaskan bahwa tim forensik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah jaringan tubuh korban, seperti jaringan otot leher, otot kana, dua potong jaringan jantung, dan jaringan hepar. Selain itu, lambung korban juga diperiksa dan tidak ditemukan adanya bahan beracun.
“Spesimen jaringan dominan mengalami autolisis dan sulit untuk dinilai. Dari pemeriksaan lambung, tidak terdeteksi adanya bahan beracun atau berbahaya,” kata Ismurrizal dalam keterangannya pada Sabtu (18/1).
Ismurrizal menyimpulkan bahwa kematian korban diduga akibat mati lemas. “Dari hasil pemeriksaan tambahan, kami menyimpulkan kematian korban disebabkan oleh mati lemas,” jelasnya.
Sebelumnya, keluarga korban menduga adanya penganiayaan terhadap Ade yang menyebabkan kematiannya. Keluarga menemukan bekas memar di leher, seperti bekas cekikan, serta lebam di punggung dan rusuk setelah jenazah korban tiba di rumah. Atas temuan tersebut, keluarga korban melaporkan dugaan kejanggalan ini ke Polda Sumut pada 23 Oktober 2024.
Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, menyebutkan bahwa hasil visum et repertum yang diterima dari RS Bhayangkara Medan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” kata Hadi.
Hadi menambahkan bahwa pada malam kejadian, 1 Oktober 2024, korban dan teman-temannya sedang bermain tebak-tebakan di asrama. Tiba-tiba, korban mengeluh sakit kepala dan tidak sadarkan diri. Pada pukul 21:58 WIB, teman-teman korban melihat tubuh korban mulai membiru, dan korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit USU.
Sekolah tempat korban menempuh pendidikan, Sumatera Flight, membantah tuduhan bahwa korban meninggal akibat penganiayaan. Kuasa hukum Sumatera Flight, Hendra Manatar Sihaloho, menyatakan bahwa pihak sekolah sangat membantah adanya penganiayaan terhadap korban. “Almarhum adalah orang baik dan baru dua bulan di sini. Tidak ada kekerasan, tidak ada bullying, karena di sekolah ini tidak ada sistem senior-junior,” ujarnya.
Meskipun demikian, pihak keluarga masih merasa perlu untuk mencari kejelasan lebih lanjut terkait kematian Ade, dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pelaks
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi pada 1525 Juni 2026
PENDIDIKAN
MEDAN Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menindaklanjuti aduan yang disam
NASIONAL