Satgas PRR Minta Anggaran Pemulihan Pascabencana Segera Direalisasikan, Fokus Bantu Penyintas
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
BEKASI -Kisah tragis seorang siswi SMP yang diduga dihamili oleh anak seorang oknum polisi telah mencuat ke permukaan, menggugah perhatian masyarakat dan menyorot perlunya keadilan dalam penanganan kasus-kasus semacam ini.
Bayangan kepercayaan yang hancur dan kehidupan yang terhempas menjadi nyata di balik insiden ini. Seorang siswi SMP, yang namanya belum diungkapkan, dengan berani menghadap organisasi bantuan hukum Perisai Kebenaran Nasional di Bekasi, membawa bayi kecil dalam gendongannya sebagai bukti dari tragedi yang menimpanya.
Dalam pengaduannya, siswi SMP itu menceritakan bagaimana dirinya, sebagai seorang remaja yang masih berusia dua belas tahun, diduga dihamili oleh anak seorang oknum polisi. Namun, janji-janji untuk menanggung biaya kebutuhan dan tanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan ternyata hanya berupa angin surga belaka.
Sementara siswi SMP itu berusaha menghadapi konsekuensi dari kehamilannya, lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga merasakan getaran dampaknya. Komarudin, seorang Kepala Dusun yang rumahnya berdampingan dengan pabrik tempat kerja para buruh yang terpaksa di-PHK, harus merelakan sebagian dari sumber penghasilannya karena sepi yang menghampiri.
Tidak hanya itu, pemilik usaha katering dan kantin di sekitar pabrik juga mengalami nasib serupa. Usahanya harus tutup dan karyawan-karyawannya dirumahkan setelah pabrik-pabrik yang biasanya menjadi langganan tutup, mengambil langkah drastis untuk mengakhiri operasionalnya.
Dalam pertemuan dengan pihak berwenang, ibu korban dengan tegas menyatakan bahwa oknum polisi tersebut hanya peduli pada aspek materi, sementara aspek kemanusiaan dan moral dikesampingkan. Bahkan, permintaan maaf pun tidak pernah terdengar, dan yang tersisa hanya rasa kecewa dan keputusasaan.
Kisah ini mengekspos ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat, bahkan di tangan oknum yang seharusnya menjadi penegak hukum. Dengan mengungkap kejadian ini, diharapkan akan ada tindakan yang tegas dan keadilan yang ditegakkan. Kasus ini bukan hanya tentang seorang siswi SMP yang terpinggirkan, tetapi juga tentang pertanggungjawaban moral dan etika dalam pelayanan publik.
(N/014)
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar pelaku tindak pidana korupsi dijatuhi hukuman mati. Organisasi tersebut menilai kor
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka kembali akses platform forum daring Reddit di Indonesia setelah lebih
SAINS DAN TEKNOLOGI
SOLO Timnas U17 Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah bermain imbang 11 dalam laga uji coba bertajuk Garuda Champio
OLAHRAGA
MEDAN Warga kawasan Medan Utara menyampaikan sejumlah keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program Sapa Warga y
PEMERINTAHAN
SERDANG BEDAGAI Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ular, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera
PERISTIWA
JAKARTA Pengguna Android ternyata dapat mengetahui sisa masa dukungan perangkat dengan cara yang cukup mudah. Informasi ini penting untu
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan program keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PB
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.
NASIONAL
KISARAN Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut me
EKONOMI