BREAKING NEWS
Selasa, 09 Juni 2026

Penyebab Turbulensi Parah pada Penerbangan Singapore Airlines: Analisis Mendalam

BITVonline.com - Rabu, 22 Mei 2024 08:02 WIB
Penyebab Turbulensi Parah pada Penerbangan Singapore Airlines: Analisis Mendalam
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

THAILAND -Satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah pesawat Singapore Airlines yang terbang dari London menuju Singapura mengalami turbulensi parah. Insiden tersebut terjadi pada Senin, 20 Mei 2024, menyebabkan pesawat Boeing 777-300ER terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, pada pukul 15.45 waktu setempat, Selasa, 21 Mei 2024.

Penyebab Turbulensi

Turbulensi adalah kondisi ketika kecepatan aliran udara berubah secara drastis. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor, terutama pola cuaca yang tidak stabil. Turbulensi biasanya terjadi ketika pesawat terbang melalui benturan udara yang bergerak dengan kecepatan sangat berbeda. Pada turbulensi ringan hingga sedang, penumpang akan merasakan ketegangan pada sabuk pengaman mereka, dan barang-barang yang tidak ditaruh dengan aman bisa bergerak di sekitar kabin. Namun, pada turbulensi yang parah, penumpang bisa terlempar di dalam kabin, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian.

Analisis Ahli

Mengutip laporan dari BBC, sebagian besar turbulensi terjadi di awan dengan aliran angin naik dan turun. Meski biasanya ringan, awan besar seperti awan badai cumulonimbus dapat menyebabkan turbulensi sedang hingga parah. Selain itu, ada juga jenis turbulensi yang disebut “clear air turbulence” yang dapat terjadi tanpa peringatan dan mengagetkan pilot.

Stuart Fox, Direktur Operasi Penerbangan dan Teknis di badan penerbangan global IATA, menjelaskan bahwa prakiraan cuaca yang menunjukkan front cuaca atau aliran udara di atas pegunungan bisa mengindikasikan kemungkinan turbulensi lebih tinggi. Namun, turbulensi tetap sulit diprediksi secara akurat karena kekuatan dan arah aliran udara dapat berubah dengan cepat.

“Anda tidak bisa melihatnya. Kekuatan dan arah aliran udara dapat berubah dengan cepat, dan prakiraan cuaca hanya dapat menunjukkan kemungkinannya,” kata Stuart, mengutip The Guardian.

Krisis Iklim dan Turbulensi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa turbulensi semakin parah akibat krisis iklim. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Reading University mengungkap bahwa turbulensi parah meningkat 55 persen dari tahun 1979 hingga 2020, akibat perubahan kecepatan angin di ketinggian. Profesor Paul Williams, salah satu penulis studi tersebut, menyatakan bahwa proyeksi masa depan menunjukkan kemungkinan peningkatan dua hingga tiga kali lipat turbulensi parah di aliran jet dalam beberapa dekade mendatang jika perubahan iklim terus berlanjut.

“Proyeksi masa depan terbaru kami mengindikasikan dua kali lipat atau tiga kali lipat dari turbulensi parah di aliran jet dalam beberapa dekade mendatang, jika iklim terus berubah seperti yang kita harapkan,” kata Williams, mengutip Reuters. Meski tampaknya ada korelasi kuat, ia menekankan perlunya lebih banyak penelitian untuk menyalahkan perubahan iklim secara pasti atas peningkatan turbulensi yang terlihat baru-baru ini.

Kesimpulan

Insiden turbulensi parah yang dialami pesawat Singapore Airlines ini mengingatkan kita akan bahaya yang bisa terjadi saat penerbangan. Meski teknologi dan prakiraan cuaca terus berkembang, turbulensi tetap menjadi tantangan besar dalam dunia penerbangan. Peran cuaca yang semakin tidak stabil akibat perubahan iklim menambah kompleksitas ini, membuat penerbangan yang aman menjadi prioritas utama bagi industri penerbangan.

Para penumpang dan awak pesawat diharapkan selalu mematuhi instruksi keselamatan dan mengenakan sabuk pengaman saat duduk, untuk meminimalkan risiko cedera saat terjadi turbulensi. Selain itu, peningkatan pemahaman dan penelitian tentang fenomena turbulensi dan perubahan iklim sangat penting untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru