BREAKING NEWS
Selasa, 23 Juni 2026

Anak 13 Tahun di Kota Cirebon Alami Depresi Berat Setelah Handphone Dijual Ibunya Untuk Makan Sehari-hari

BITVonline.com - Selasa, 14 Mei 2024 09:48 WIB
Anak 13 Tahun di Kota Cirebon Alami Depresi Berat Setelah Handphone Dijual Ibunya Untuk Makan Sehari-hari
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIREBON -Kisah tragis seorang anak berusia 13 tahun di Kota Cirebon, Jawa Barat, telah menyentuh hati banyak orang setelah mengalami depresi berat akibat penjualan handphone yang dibelinya dengan susah payah. Arya Randi Pratama, begitu namanya, telah berjuang dengan kondisi mental yang memprihatinkan setelah Ibunya menjual handphone yang telah dia beli dengan hasil menabung.

Menurut keterangan dari orang tua Arya, sudah lebih dari 10 bulan Arya mengalami depresi berat yang membuatnya tidak lagi masuk sekolah selama dua bulan terakhir. Kondisi psikologis Arya memburuk setelah handphone yang menjadi salah satu harta kecilnya dibeli oleh Ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Perubahan drastis dalam perilaku Arya, yang dulunya aktif dan ceria, menjadi menarik perhatian setelah dia mulai melamun dan kehilangan kontrol emosi di rumah dan di lingkungan sekitarnya. Bahkan, kejadian itu membuatnya berhenti sekolah karena kerap mengamuk di dalam kelas, membuat rekan-rekannya merasa ketakutan. Inisiatif untuk sementara tidak masuk sekolah diambil oleh orang tua Arya untuk melindungi dirinya dan teman-teman sekelasnya.

Ibu Arya, Siti Anita, menjelaskan bahwa penjualan handphone Arya sebenarnya dilakukan dengan izin dari Arya sendiri, dengan harapan dapat mengembalikannya saat ada uang. Namun, kesedihan Arya yang mendalam atas kehilangan handphone tersebut membuatnya kehilangan ketenangan dan menyebabkan perilaku yang tidak terkontrol.

“Melihat kondisi anak saya semakin parah, karena sering ngomong sendiri dan mengamuk. Saya bawa berobat, Pengobatan pertama ke tempat ruqyah, tapi tidak ada perubahan. Kemudian saya bawa untuk berobat ke rumah sakit,” kata Siti Anita dengan nada sedih.

Ade Cahyaningsih, Kabid SD dan SMP Dinas Pendidikan Kota Cirebon, menegaskan bahwa penjualan handphone Arya dilakukan karena kondisi keuangan keluarga yang sulit, di mana suami Siti Anita harus bekerja di luar kota dan tidak selalu mengirimkan uang. Meskipun demikian, Arya masih aktif dalam Kartu Indonesia Pintar dan menerima beberapa bantuan dari program pemerintah.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan swasta, untuk membantu pemulihan kondisi mental Arya yang terganggu. Meskipun situasinya sulit, masih ada harapan besar bahwa Arya akan pulih dan kembali menjadi dirinya yang dulu.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru