Driver Ojol Minta Potongan Tarif 8 Persen Benar-Benar Diterapkan, ASDM: Jangan Diprank Lagi!
JAKARTA Pengumuman GoTo dan Grab yang menyatakan akan menerapkan potongan tarif maksimal 8 persen bagi pengemudi ojek online mulai 1 Jul
NASIONAL
CIREBON -Kisah tragis seorang anak berusia 13 tahun di Kota Cirebon, Jawa Barat, telah menyentuh hati banyak orang setelah mengalami depresi berat akibat penjualan handphone yang dibelinya dengan susah payah. Arya Randi Pratama, begitu namanya, telah berjuang dengan kondisi mental yang memprihatinkan setelah Ibunya menjual handphone yang telah dia beli dengan hasil menabung.
Menurut keterangan dari orang tua Arya, sudah lebih dari 10 bulan Arya mengalami depresi berat yang membuatnya tidak lagi masuk sekolah selama dua bulan terakhir. Kondisi psikologis Arya memburuk setelah handphone yang menjadi salah satu harta kecilnya dibeli oleh Ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Perubahan drastis dalam perilaku Arya, yang dulunya aktif dan ceria, menjadi menarik perhatian setelah dia mulai melamun dan kehilangan kontrol emosi di rumah dan di lingkungan sekitarnya. Bahkan, kejadian itu membuatnya berhenti sekolah karena kerap mengamuk di dalam kelas, membuat rekan-rekannya merasa ketakutan. Inisiatif untuk sementara tidak masuk sekolah diambil oleh orang tua Arya untuk melindungi dirinya dan teman-teman sekelasnya.
Ibu Arya, Siti Anita, menjelaskan bahwa penjualan handphone Arya sebenarnya dilakukan dengan izin dari Arya sendiri, dengan harapan dapat mengembalikannya saat ada uang. Namun, kesedihan Arya yang mendalam atas kehilangan handphone tersebut membuatnya kehilangan ketenangan dan menyebabkan perilaku yang tidak terkontrol.
“Melihat kondisi anak saya semakin parah, karena sering ngomong sendiri dan mengamuk. Saya bawa berobat, Pengobatan pertama ke tempat ruqyah, tapi tidak ada perubahan. Kemudian saya bawa untuk berobat ke rumah sakit,” kata Siti Anita dengan nada sedih.
Ade Cahyaningsih, Kabid SD dan SMP Dinas Pendidikan Kota Cirebon, menegaskan bahwa penjualan handphone Arya dilakukan karena kondisi keuangan keluarga yang sulit, di mana suami Siti Anita harus bekerja di luar kota dan tidak selalu mengirimkan uang. Meskipun demikian, Arya masih aktif dalam Kartu Indonesia Pintar dan menerima beberapa bantuan dari program pemerintah.
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan swasta, untuk membantu pemulihan kondisi mental Arya yang terganggu. Meskipun situasinya sulit, masih ada harapan besar bahwa Arya akan pulih dan kembali menjadi dirinya yang dulu.
(N/014)
JAKARTA Pengumuman GoTo dan Grab yang menyatakan akan menerapkan potongan tarif maksimal 8 persen bagi pengemudi ojek online mulai 1 Jul
NASIONAL
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak bisa dilepaskan dari
NASIONAL
JAKARTA Dewan Pers menilai belum adanya perlindungan terhadap hak ekonomi karya jurnalistik dapat berdampak serius pada integritas pers
NASIONAL
JAKARTA Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta mengakui bahwa Ketua BEM Fakultas Hukum, Muhammad Abdi Maludin, menerima uang sebesar Rp20
PERISTIWA
PANIAI Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile RIPNG Gobang VIII Yonif 2 Marinir menggelar patroli humanis di wilayah Enarotali, K
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterbukaan informasi publik. Pemprov S
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe bersama j
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang untuk memeriksa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang dalam kasus dugaan kor
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membantah dakwaan jaksa penuntut um
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak permohonan status justice collaborator (JC) yang diajukan tersangka Sony Sonjaya (SS), mantan
HUKUM DAN KRIMINAL