Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
BOGOR – Sabtu, 30 Maret 2024, di Stasiun Kereta Api Tenjo, kecamatan Tenjo, sebuah acara besar Groundbreaking Flyover yang diselenggarakan oleh Podomoro Land menjadi sorotan karena dugaan pembatasan dan diskriminasi terhadap wartawan, khususnya dari wilayah Tangerang dan Bogor. Para jurnalis yang berusaha meliput acara tersebut mengalami kekecewaan ketika tidak diizinkan masuk ke dalam lokasi acara.
Saat para wartawan dari Tangerang dan Bogor hendak memasuki lokasi acara, mereka dihalangi oleh seseorang yang diduga merupakan bagian dari panitia. “Maaf, tanpa undangan, silakan tunggu di luar area,” ucapnya, meninggalkan para jurnalis dalam kekecewaan dan kebingungan.
Reaksi kekecewaan tak terelakkan, terutama dari salah satu wartawan asal Bogor yang menyuarakan pertanyaan bercampur kesal, “Mengapa kami tidak diizinkan masuk? Bukankah kami memiliki peran yang sama dengan mereka yang ada di dalam?”.
Penjelasan kemudian diberikan oleh dua wanita yang diduga sebagai panitia acara, menyatakan bahwa kuota media telah penuh sejak sore sebelumnya, sehingga para wartawan yang datang tidak bisa diakomodasi dalam acara tersebut.
Meskipun disarankan untuk mengisi absen sebagai tanda kehadiran, hanya lima wartawan yang diperbolehkan masuk sebagai perwakilan. Sementara para wartawan lainnya dari Tangerang dan Bogor terpaksa menunggu di luar area, menyaksikan acara dari kejauhan.
Ketidakprofesionalan terlihat ketika pihak panitia, setelah menyampaikan akan segera kembali, tidak kunjung muncul kembali, meninggalkan para wartawan dengan rasa kekecewaan dan ketidakjelasan. Upaya mencari koordinator acara untuk penjelasan lebih lanjut juga tidak membuahkan hasil.
Kenyataannya, para wartawan yang seharusnya menjadi mitra dalam penyampaian informasi kepada publik, diabaikan dan dilewatkan begitu saja. Kehadiran mereka dianggap kurang penting dan terkesan tidak dihargai oleh pihak penyelenggara.
Acara yang seharusnya menjadi momentum bersama untuk meliput pembangunan infrastruktur penting di wilayah tersebut, berubah menjadi pemandangan kekecewaan dan ketidakpuasan dari pihak media lokal. Diskriminasi seperti ini, baik secara langsung maupun terselubung, tidak seharusnya terjadi dalam sebuah acara yang diselenggarakan di wilayah yang sama dengan keberadaan media yang berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
(AS)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA