MEDAN – Aksi protes mengecam penutupan jalan lintas Medan-Berastagi menjadi sorotan di Desa Rambung, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang. Video amatir yang menampilkan penutupan jalan ini viral di media sosial, mencerminkan ketegangan antara warga dengan PT Nirwana.
Amatan Tribun-Medan mengungkapkan bahwa sejumlah warga telah memadati jalan lintas tersebut, sambil membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Para pengemudi terpaksa berhenti karena aksi blokade jalan oleh warga.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, menjelaskan bahwa aksi protes ini dipicu oleh konflik antara masyarakat setempat dan PT Nirwana terkait penguasaan lahan. Menurut Teddy, protes tersebut terjadi sejak siang hingga sore hari.
“Saat ini, kami sedang melakukan pengamanan di lokasi protes. Kami berupaya bersikap persuasif untuk menampung aspirasi masyarakat dan mengarahkan mereka untuk bertemu dengan saya agar masalah ini dapat dibahas di tingkat pemerintah setempat,” ungkap Teddy kepada Tribun-Medan.
Teddy juga mengimbau kepada pengguna jalan yang ingin melintas dari Medan ke Berastagi atau sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif sementara waktu. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penutupan jalan ini tidak boleh mengganggu rekayasa lalu lintas dan bahwa terdapat jalur alternatif yang tersedia.
“Diharapkan penutupan jalan ini tidak berlangsung terlalu lama. Namun, kami tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat serta mengupayakan penyelesaian damai atas konflik yang terjadi,” pungkasnya.
Konflik antara warga dan PT Nirwana menjadi perhatian serius, dan pengamanan serta penyelesaian masalah ini menjadi prioritas utama pihak berwenang demi memastikan stabilitas dan kedamaian di wilayah tersebut.
(AS)
Protes Penutupan Jalan: Konflik Antara Warga dan PT Nirwana