Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus dari Luka Bakar Air Keras Bisa Dua Tahun
JAKARTA Pemulihan kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dari luka bakar akibat disiram air keras diperkirakan membutuhkan wak
HUKUM DAN KRIMINAL
DEMAK -Wilayah Demak, Pati, dan Kudus di Jawa Tengah telah menjadi sorotan nasional, bukan hanya karena banjir bandang yang melanda, tetapi juga karena munculnya teori menarik mengenai kembalinya Selat Muria setelah menghilang selama 300 tahun. Pembahasan mengenai fenomena ini meramaikan jagat media sosial setelah akun Sam Elqudsy @nuruzzaman2 mengungkap potensi hubungan antara banjir di wilayah tersebut dan munculnya kembali Selat Muria.
Selat Muria, yang dulunya menjadi jalur strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria, kini kembali mencuri perhatian. Foto citra masa lalu Selat Muria pada abad ke-7 M dan abad ke-16 M, ternyata memiliki pola aliran yang hampir identik dengan citra satelit banjir Demak tahun 2024. Para pakar geologi, seperti Eko Soebowo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa meskipun penurunan tanah di wilayah tersebut memang mungkin terjadi, penyebab pasti dari fenomena ini tidak dapat diatribusikan langsung kepada banjir saat ini.
Melacak Jejak Kehadiran: Selat Muria yang Hilang dan Pulau Muria yang Abadi Selat Muria, sungguh suatu perjalanan melalui masa lalu, memisahkan daratan Pegunungan Kendeng di utara Jawa Tengah dengan megahnya Gunung Muria di tengah Pulau Muria. Tidak hanya Gunung Muria yang menjadi saksi bisu, melainkan perbukitan Patiayam juga turut menyaksikan riwayat panjang Selat Muria. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Selat Muria perlahan menyusut, merangkak menuju kemunculan kembali sebagai daratan. Jalur Dagang dan Sejarah yang Terlupakan Selat Muria bukan semata menjadi jalur perdagangan, tetapi sebuah warisan sejarah yang kini tengah diangkat kembali dari kedalaman. Kota perdagangan Demak dan Nusantara, seolah menari di benak para pedagang yang merambah Selat Muria sebagai jalan pintas menuju kesuksesan. Berbagai komoditas bernilai tukar tinggi seperti beras, garam, hingga pakaian, menjadi saksi bisu kejayaan perdagangan yang melewati Selat Muria. Galangan Kapal: Saksi Bisu Kehidupan Laut yang Bersemi Selat Muria bukanlah sekadar jalur perdagangan, namun juga ladang subur bagi pembuatan kapal. Galangan kapal di tepi Selat Muria menjadi tempat di mana kapal-kapal Jung Jawa, megah berlayar dengan kayu jati sebagai jantungnya. Dari Pegunungan Kendeng, suara palu dan gergaji mengisi hiruk pikuk, menciptakan jejak sejarah yang tak terlupakan. Misteri Pendangkalan dan Kehilangan: Selat Muria yang Meredup Namun, seperti kisah-kisah kuno yang terlupakan, Selat Muria pun perlahan meredup. Proses sedimentasi, seperti pelancongan masa yang tak terelakkan, membuat Selat Muria menyempit. Dataran pantai Semarang dan Demak, seolah menarik diri ke utara, meninggalkan jejak-jejak berharga dalam helaian sejarah. Jejak Sejarah yang Tersisa: Menelusuri Legenda yang Bersemi Jejak Selat Muria kini bisa disusuri melalui sungai-sungai kecil dan situs-situs sejarah. Sungai Kalilondo dan Sungai Silugunggo, mengalir sebagai saksi bisu perjalanan panjang Selat Muria. Sementara situs Medang di Grobogan dan fosil-fosil hewan laut di Patiayam, menjadi potongan-potongan puzzle yang terjaga dalam memori kolektif.Kisah Selat Muria, seperti halnya air yang mengalir dalam sungai sejarah, kembali mengalir dalam benak kita. Muncul dari kedalaman waktu, membawa dengan dirinya pesan-pesan masa lalu yang terlupakan. Suatu cerita yang memutar balikkan mata waktu, mengajak kita untuk menelusuri jejak-jejak yang kini muncul kembali dari takdirnya yang terlupakan.
(K/09)
JAKARTA Pemulihan kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dari luka bakar akibat disiram air keras diperkirakan membutuhkan wak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjadwalkan pembacaan vonis terhadap dua terdakwa perkara korupsi proyek jalan di Sumatera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam penggunaan elpiji rumah tang
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai pertemuan silaturahmi serta halal bihalal antara Ketua DPRD Kota Padangsidimpua
NASIONAL
JAKARTA Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan optimisme soal kemampuan lini serang Garuda menjelang laga FIFA Series
OLAHRAGA
JAKARTA Penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo, buntut kasus penyiraman air ke
POLITIK
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan hingga kini belum rampung sepenuhnya, meski sebelumnya Pemerintah Kota Medan menargetka
PEMERINTAHAN
BINJAI Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengisap narkoba jenis sabusabu di halaman rumah warga Kota Binjai, Sumatera Utara
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89 persen ke level 7.164 pada perdagangan Kamis (26/3/2026)
EKONOMI