Bongkar Mega Skandal Haji Rp622 Miliar, KPK Siap 'Gempur' Sidang Yaqut Pakai 303 Saksi
JAKARTA Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan sekitar 303 saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji 20232
HUKUM DAN KRIMINAL
KENDAL -Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah mengakibatkan banjir melanda sebanyak 25 desa dari enam kecamatan. Ratusan rumah terendam, dengan ketinggian air yang bervariasi, menjadi saksi bisu dari dampak buruk cuaca ekstrem ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi sejak Selasa telah menyebabkan Sungai Kendal, Sungai Penut, dan Sungai Waridin meluap. Air dari sungai-sungai tersebut memasuki pemukiman warga, menyebabkan banjir yang merendam rumah-rumah.
“Banjir mulai menggenangi pemukiman sejak Rabu malam hingga dini hari tadi. Dari 25 desa di enam kecamatan yang terkena banjir, sebagian sudah mulai surut, tetapi ada yang masih terendam dengan tinggi air mencapai satu meter,” jelas Sigit.
Enam kecamatan yang terdampak banjir adalah Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Kendal Kota, Ngampel, dan Weleri. Tinggi genangan air berkisar antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Meskipun banjir merupakan musibah yang sudah sering terjadi di daerah ini, namun hal ini tidak mengurangi beban bagi warga setempat. Nurhayati, warga Desa Kebonadem, mengungkapkan kelelahannya dalam menghadapi banjir yang kerap kali datang. “Kami sudah jadi langganan banjir setiap hujan deras. Setiap kali banjir, kami harus membersihkan rumah kami kembali,” tuturnya dengan nada kelelahan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Wahyudi, warga desa Brangsong, Kecamatan Brangsong. Sungai Waridin yang sering meluap menjadi sumber masalah utama. “Kami sudah lelah dengan banjir tahunan ini. Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih baik untuk mengatasi banjir ini,” ucapnya.
Peningkatan permukaan jalan di jalur Pantura Kendal juga menjadi faktor lain yang memperparah banjir. Wahyudi menyebut bahwa kurangnya pembuatan drainase atau saluran pembuangan air membuat air banjir tidak bisa mengalir dengan lancar.
Sementara BPBD Kendal terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi, warga setempat berharap agar cuaca cerah segera datang dan banjir segera surut. Namun, tantangan banjir yang terus berulang menuntut upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat untuk menemukan solusi yang lebih baik dan berkelanjutan.
(K/09)
JAKARTA Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan sekitar 303 saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji 20232
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA DPR RI resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 20262031. Destry akan menggantikan Perry Wa
EKONOMI
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal kebijakan sekolah yang tetap berjalan di tengah kondisi kabut as
KESEHATAN
TANJAB TIMUR Kondisi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kembali menjadi sorotan. Bagia
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Seorang pemuda berinisial NF alias Enong (19) diamankan polisi setelah diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap per
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Sumatera Utara mengalami kenaikan mulai 1 September 2026. Penyesuaian harga dilakukan
EKONOMI
JAKARTA Emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang tahun ini mencapai 17,1 juta ton metrik. Angka ter
NASIONAL
JAKARTA DPR RI menyelesaikan 16 rancangan undangundang (RUU) untuk disahkan menjadi undangundang sepanjang tahun sidang 20252026. Capai
POLITIK
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR akan menjadikan kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Menu
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit rumah mewah milik Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni (VLA). Pen
HUKUM DAN KRIMINAL