SERDANG BEDAGAI -Tinggallah jejak kelam dari masa lalu yang terpendam di dasar Sungai Padang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah anak-anak yang tengah menikmati kesegaran sungai pada hari Selasa yang cerah, tanpa mereka sadari, menemukan dua buah granat aktif. Granat yang diduga sisa-sisa pahit dari rentetan perang dunia kedua itu mengguncang ketenangan sungai.
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Agus Arianto, menjelaskan bahwa granat tersebut merupakan jenis MK yang masih aktif, dan diduga berasal dari sisa-sisa peninggalan perang dunia kedua. Penemuan ini terjadi di bawah jembatan Sungai Padang, tepatnya di Dusun I Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi. Awalnya, granat itu ditemukan oleh sekelompok anak-anak yang sedang bermain dan mencari ikan di tepi sungai.
“Beberapa anak sedang asyik bermain dan mandi di Sungai Padang sambil mencari ikan, tiba-tiba mereka menemukan dua buah granat,” ungkapnya.
Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, anak-anak itu memasukkan granat ke dalam ember berisi air, lalu memberitahu warga sekitar. Respons cepat pun datang dari warga, yang segera menghubungi Polsek Tebing Tinggi.
Tak berlangsung lama, petugas kepolisian tiba di lokasi penemuan untuk mengamankan situasi. Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut tiba dan melakukan evakuasi terhadap kedua granat tersebut. Granat itu kemudian dibawa ke Lapangan Golf Pabatu, Desa Penonggol, Kecamatan Tebing Tinggi, untuk dimusnahkan.
“Pukul 19.00 WIB, granat aktif sudah dimusnahkan oleh Tim Jibom dengan situasi aman,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan bahaya yang masih tersimpan dari masa lalu. Sungai yang dianggap sebagai sumber kehidupan dan tempat bermain yang menyenangkan, ternyata menyimpan risiko yang tak terduga. Keberanian anak-anak yang menemukan granat itu menjadi catatan penting untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, serta untuk mengingat kembali akan tragedi masa lalu yang tidak boleh terulang.
(K/09)
Seorang Bocah Temukan Granat Aktif di Sergai, Diduga Sisa Perang Dunia II