Prabowo Hadiri Apel Dansat TNI 2026 di Unhan, Bakal Sampaikan Taklimat Strategis ke Seluruh Jajaran TNI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertah
NASIONAL
BANDUNG -Wilayah Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, menjadi saksi kejadian angin kencang yang merusak sejumlah bangunan. Pertanyaan muncul: apakah ini fenomena tornado atau puting beliung? Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memberikan penjelasan menyeluruh terkait fenomena cuaca yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Menurut Andri, puting beliung merupakan bentuk angin kencang yang berputar kencang menyerupai belalai, yang dapat menyebabkan kerusakan di sekitar lokasi kejadian. Dia menjelaskan bahwa puting beliung biasanya terbentuk dari sistem awan Cumulonimbus (CB) yang memiliki karakteristik untuk menimbulkan cuaca ekstrem.
Namun, Andri menekankan bahwa tidak setiap kehadiran awan Cumulonimbus akan mengakibatkan fenomena puting beliung. Hal ini tergantung pada kondisi labilitas atmosfer. Fenomena puting beliung biasanya terjadi dalam waktu singkat dengan durasi kurang dari 10 menit.
Andri juga membandingkan puting beliung dengan tornado, yang merupakan istilah yang biasa digunakan di wilayah Amerika. Tornado memiliki kecepatan angin yang jauh lebih tinggi, mencapai ratusan kilometer per jam, dan dimensi yang sangat besar. Meskipun secara visual, puting beliung dan tornado memiliki kemiripan, namun kekuatan dan dampaknya berbeda.
Pada catatan BMKG, fenomena puting beliung sudah beberapa kali terjadi di wilayah Bandung. Contohnya, pada tanggal 5 Juni 2023, puting beliung melanda beberapa wilayah Bandung dan menyebabkan kerusakan rumah dan bangunan. Fenomena serupa juga terjadi pada Oktober dan Desember 2023, serta Februari 2024.
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat, termasuk Rancaekek dan sekitarnya. Peringatan ini mencakup potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem lainnya.
Andri menekankan pentingnya menggunakan istilah yang tepat untuk fenomena cuaca, agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Dengan demikian, pihak BMKG mengimbau untuk menggunakan istilah “puting beliung” untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di Rancaekek, Bandung.
Dengan penjelasan mendalam dari BMKG, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami fenomena cuaca yang terjadi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
(K/09)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar jumlah k
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam tersebut ber
EKONOMI
JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan l
EKONOMI
MEDAN Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menahan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Nias, S
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ket
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (30/4/2026). IHSG tercatat berada di level 7.072 p
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Harga emas terc
EKONOMI
TEBING TINGGI Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluruskan informasi terkait data HIV/AIDS di wilayahnya. Klarifikas
KESEHATAN
JAKARTA Dunia diplomasi Indonesia berduka. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 20092013, Eddy Pratomo, meningga
NASIONAL