Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
SUMUT -Harapan pengelola destinasi wisata di Pantai Bulbul Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, kini pupus akibat fenomena kenaikan permukaan air Danau Toba yang semakin tinggi, mencapai 2,5 meter.
Sebelumnya, Pantai Bulbul dikenal sebagai tempat wisata dengan pantai berpasir putih yang luas, kini pasang air telah merendam sebagian besar area pantai, menghilangkan keindahan pasir putih yang menjadi daya tarik utama.
Sejumlah pondok yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahat terendam air, bahkan beberapa di antaranya harus ditutup.
Wahana permainan anak-anak yang dulunya menjadi favorit pengunjung juga tidak luput dari dampak kenaikan air tersebut.
Lambok Simangunsong, salah seorang pengelola sekaligus pemrakarsa pembukaan destinasi Pantai Bulbul Balige, mengungkapkan bahwa destinasi wisata ini pertama kali dibuka pada tahun 2016.
Sebagai putra daerah, Lambok telah merasakan perubahan kehidupan di sekitar Danau Toba, yang semula bergantung pada hasil tangkapan ikan dan bertani, namun kini harus mengalihkan perhatian ke sektor pariwisata.
"Sejak kecil kami sudah terbiasa memancing ikan di kawasan ini sebagai bahan makanan sehari-hari, namun kondisi berubah setelah saya merantau ke Jawa pada 1972. Kembali pada 1983, ikan di Danau Toba semakin sulit didapat," kata Lambok.
Perubahan cara berpikir tersebut membawa Lambok dan masyarakat setempat untuk mulai mengelola Pantai Bulbul Balige sebagai objek wisata.
Hal ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yang saat itu dipimpin oleh Bupati Toba, Sahal Tampubolon, yang membuka pantai sepanjang 100 meter, kemudian diperpanjang menjadi 200 meter oleh Bupati Monang Sitorus.
Namun, perubahan ini terganggu dengan kenaikan permukaan air Danau Toba yang diperkirakan merugikan pengelola wisata yang bergantung pada sektor ini.
Pendapatan yang dulunya mencapai sekitar Rp 200 ribu per hari, kini semakin menurun karena sepinya pengunjung.
"Sekarang, kami hanya bisa melihat pondok kami sepi. Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini," ungkap Lambok dengan penuh harapan.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pengelola destinasi wisata dan masyarakat sekitar yang 70 persen menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Toba terus berupaya untuk memajukan sektor pariwisata meskipun tantangan yang dihadapi semakin besar.
(tb/a)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibak
NASIONAL
BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberhentikan M. Nasir dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh. Pemberhent
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma&039rifah meminta Universitas Pertahan
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
JAKARTA Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua
NASIONAL
MOJOKERTO Kebakaran melanda bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timu
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Lembaga antiras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,93 persen sepanjang perdagangan sepekan. IHSG ditutup pada level 6.525,690, naik
EKONOMI