Eks TNI Jadi Bandar S* di Medan, Ditangkap Polisi di Kontrakan
MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial HB (59), seorang eks anggota TNI yang diduga kembali terlibat da
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMUT -Harapan pengelola destinasi wisata di Pantai Bulbul Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, kini pupus akibat fenomena kenaikan permukaan air Danau Toba yang semakin tinggi, mencapai 2,5 meter.
Sebelumnya, Pantai Bulbul dikenal sebagai tempat wisata dengan pantai berpasir putih yang luas, kini pasang air telah merendam sebagian besar area pantai, menghilangkan keindahan pasir putih yang menjadi daya tarik utama.
Sejumlah pondok yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahat terendam air, bahkan beberapa di antaranya harus ditutup.
Wahana permainan anak-anak yang dulunya menjadi favorit pengunjung juga tidak luput dari dampak kenaikan air tersebut.
Lambok Simangunsong, salah seorang pengelola sekaligus pemrakarsa pembukaan destinasi Pantai Bulbul Balige, mengungkapkan bahwa destinasi wisata ini pertama kali dibuka pada tahun 2016.
Sebagai putra daerah, Lambok telah merasakan perubahan kehidupan di sekitar Danau Toba, yang semula bergantung pada hasil tangkapan ikan dan bertani, namun kini harus mengalihkan perhatian ke sektor pariwisata.
"Sejak kecil kami sudah terbiasa memancing ikan di kawasan ini sebagai bahan makanan sehari-hari, namun kondisi berubah setelah saya merantau ke Jawa pada 1972. Kembali pada 1983, ikan di Danau Toba semakin sulit didapat," kata Lambok.
Perubahan cara berpikir tersebut membawa Lambok dan masyarakat setempat untuk mulai mengelola Pantai Bulbul Balige sebagai objek wisata.
Hal ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yang saat itu dipimpin oleh Bupati Toba, Sahal Tampubolon, yang membuka pantai sepanjang 100 meter, kemudian diperpanjang menjadi 200 meter oleh Bupati Monang Sitorus.
Namun, perubahan ini terganggu dengan kenaikan permukaan air Danau Toba yang diperkirakan merugikan pengelola wisata yang bergantung pada sektor ini.
Pendapatan yang dulunya mencapai sekitar Rp 200 ribu per hari, kini semakin menurun karena sepinya pengunjung.
"Sekarang, kami hanya bisa melihat pondok kami sepi. Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini," ungkap Lambok dengan penuh harapan.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pengelola destinasi wisata dan masyarakat sekitar yang 70 persen menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Toba terus berupaya untuk memajukan sektor pariwisata meskipun tantangan yang dihadapi semakin besar.
(tb/a)
MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial HB (59), seorang eks anggota TNI yang diduga kembali terlibat da
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menyambut Hari Jadi Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli 2026, komunitas olahraga Beyond Sport Profesional akan menggelar kompetisi p
OLAHRAGA
MEDAN Polrestabes Medan mengungkap kasus dugaan industri rumahan (home industry) vape liquid yang mengandung narkotika dan turut menyere
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penangkapan lima warga negara Indonesia (WNI) oleh Israel dalam misi Global Sumud Flotilla memicu sorotan terhadap efektivitas B
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengklaim harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP
EKONOMI
JAKARTA Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani merespons isu pembentukan badan khusus ekspor yang tenga
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah tengah menyiapkan reformasi besar dalam sistem kuota haji nasional menyusul tingginya jumlah calon jemaah dan panjang
NASIONAL
TANJUNG JABUNG TIMUR Kondisi Jalan Lintas Muara SabakJambi di wilayah Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupate
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan segera turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas har
EKONOMI