Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Jalanan yang hancur, terutama di musim penghujan, mengakibatkan kendaraan terjebak di lumpur dan menghentikan aktivitas transportasi barang selama hampir dua bulan terakhir.
Selain itu, jembatan-jembatan yang rusak dan hanyut akibat banjir membuat akses antara desa-desa di Krayan dan kota terputus.
Kondisi ini memaksa warga untuk tidur di hutan saat melintasi jalanan yang rusak.
Masyarakat juga menghadapi kekurangan stok sembako, sementara barang-barang dari Malaysia tidak dapat masuk akibat akses perbatasan yang tertutup.
Selain masalah jalan, akses udara yang terbatas juga menjadi kendala besar.
Bandara Long Layu di Krayan Selatan yang masih berupa landasan pacu tanah sangat dibutuhkan untuk mengangkut sembako dan menyediakan transportasi medis bagi masyarakat.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, Kepala Adat Krayan Hulu, Yasan Paren, menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, antara lain pengaspalan jalan perbatasan, pembangunan jembatan permanen, peningkatan fasilitas Bandara Long Layu, penyediaan listrik 24 jam, dan pengusulan Krayan Raya sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
(km/p)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.