BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Mahasiswa Aliansi Peduli Nunukan Tuntut Pemda Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

- Sabtu, 01 Maret 2025 19:57 WIB
Mahasiswa Aliansi Peduli Nunukan Tuntut Pemda Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Mahasiswa Aliansi Peduli Nunukan Tuntut Pemda Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NUNUKAN – Sulitnya mendapatkan pekerjaan di wilayah perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi sorotan para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nunukan.

Mereka menuntut agar Pemerintah Daerah Nunukan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di daerah untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, terutama alumni kampus Nunukan.

"Beberapa kawan kami sudah memasukkan lamaran kerja ke perusahaan, namun tidak mendapat perhatian.

Kami yang lulusan kampus Nunukan saja sulit bekerja di daerah, bagaimana dengan masyarakat yang pendidikannya tidak tinggi?" ujar Firman, Koordinator Aliansi Peduli Nunukan, dalam rapat bersama DPRD Nunukan dan Disnaker pada Kamis (27/2/2025).

Pemda Nunukan Sebut Sudah Ada Perda Tenaga Kerja Lokal

Aliansi ini meminta Pemda Nunukan segera membuat Memorandum of Understanding (MOU) atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur prioritas tenaga kerja lokal, agar pemuda Nunukan memiliki kesempatan untuk bekerja di daerahnya sendiri.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nunukan, Masniadi, menjelaskan bahwa Pemda Nunukan telah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.

"Kami sudah membuka job fair setiap tahun untuk menjaring tenaga kerja lokal, dan pada tahun 2025 ini akan segera kami buka," jelas Masniadi.

Namun, ia mengakui bahwa job fair selama ini hanya dilaksanakan di Kota Nunukan dan belum bisa menjangkau wilayah pedalaman.

"Kami tetap merekomendasikan warga lokal, namun keputusan akhir ada di tangan perusahaan yang menilai skill dan kompetensi, terutama untuk sektor pertambangan dan perkebunan," tambahnya.

Peluang Kerja di Perusahaan Lokal dan Luar Daerah

Saat ini, terdapat 138 perusahaan di sektor perkebunan, tambang, dan industri perkayuan yang membuka lowongan dalam job fair Disnaker Nunukan.

Selain itu, Disnaker juga memiliki program Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk lulusan SMK guna mempercepat proses penempatan kerja.

Disnaker Nunukan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar daerah seperti PT Phoenix di Tarakan dan beberapa perusahaan di Malaysia.

"Bagi yang tertarik bekerja di luar negeri, kami juga membuka peluang.

Silakan datang ke kantor, kita akan bantu prosesnya," kata Masniadi.

Proyek Kawasan Industri Kalimantan

Di sisi lain, Anggota DPRD Nunukan, Sadam Husein, meminta Disnaker lebih proaktif dalam menciptakan dan menjamin lapangan kerja bagi pemuda lokal.

Ia menyoroti adanya proyek besar, yaitu Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, yang dapat menjadi peluang besar bagi tenaga kerja lokal.

"Kami berharap Disnaker Nunukan dapat mencari formula agar anak-anak Kaltara bisa ikut serta dalam proyek KIPI ini.

Kami ingin memastikan bahwa 70 persen tenaga kerja di sana berasal dari tenaga lokal," tegas Sadam.

Kawasan industri ini mencakup dua area besar, yaitu PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) seluas 24.782 hektare dan Kawasan Industri Kalimantan Indonesia (KIKI) seluas 4.704 hektare.

Kawasan ini akan memiliki berbagai fasilitas seperti pelabuhan kargo dan terminal khusus untuk sektor aluminium dan petrokimia, yang dikelola oleh tiga perusahaan utama, PT KIPI, PT Indonesia Strategis Industri (ISI), dan PT Kayan Patria Propertindo (KPP).

(km/p)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru