Salah satu titik yang terdampak parah adalah Pasar Ceger.
Ketinggian air yang mencapai 30-40 cm menyebabkan pasar tersebut tutup sementara.
Nia, salah seorang pedagang, menyatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah sejak ia mulai berjualan di Pasar Ceger pada 2012.
Meskipun barang dagangannya sebagian besar rusak, Nia bersyukur karena kerusakan tidak sampai menggenangi area dengan lumpur yang terlalu banyak.
"Kerugian pasti ada, tapi dagangan yang basah masih bisa dijemur dan dibersihkan. Semoga pasca-banjir ini bisa kembali normal dalam beberapa hari," ujar Nia.
Hingga saat ini, tim BPBD masih berupaya untuk membantu para korban banjir dan melakukan pemantauan di wilayah yang masih terendam air.
Situasi ini diharapkan segera membaik seiring dengan berkurangnya curah hujan.