BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

58 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng, Enam Kabupaten Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

- Rabu, 16 April 2025 12:46 WIB
58 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng, Enam Kabupaten Terendam Akibat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KALTENG -Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Tengah selama sepekan terakhir telah memicu banjir besar di enam kabupaten. Data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mengonfirmasi bahwa kabupaten terdampak antara lain Barito Selatan, Kapuas, Katingan, Barito Utara, Lamandau, dan Murung Raya.

"Banjir di Barito Selatan melanda 27 desa/kelurahan di 3 kecamatan dengan ketinggian air mencapai 150 cm. Sementara di Kapuas, banjir meluas ke 5 kecamatan dengan total 38 desa/kelurahan terdampak, dan ketinggian air mencapai 300 cm," ujar Kepala BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib, dalam keterangan resminya, Rabu (16/4/2025).

Secara keseluruhan, terdapat 73 desa/kelurahan di 11 kecamatan yang diterjang banjir. Data dari Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat bahwa banjir ini telah berdampak pada 58.275 jiwa dari 19.868 kepala keluarga (KK).

Tak hanya rumah warga yang terendam—sebanyak 10.497 unit rumah terdampak—banjir juga merusak 752 fasilitas umum, termasuk fasilitas kesehatan, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, lahan pertanian, hingga jalan dan jembatan.

Kapuas menjadi wilayah terdampak terparah, dengan 7.290 rumah terendam banjir, disusul Barito Selatan (2.815 rumah), Murung Raya (384 rumah), dan Lamandau (8 rumah).

"BPBPK Kalteng terus mendampingi BPBD kabupaten dalam menangani banjir. Kami juga memantau cuaca setiap hari melalui BMKG karena potensi hujan masih tinggi," lanjut Toyib.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga siap turun tangan penuh apabila ada kabupaten yang menetapkan status siaga atau tanggap darurat. Langkah-langkah pencegahan dan penanganan terus dilakukan demi meminimalisir risiko bencana lanjutan.*

(km/J006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru