Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAMBI — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Selasa (17/6/2025), berakhir dengan ketegangan.
Massa aksi yang ingin menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus korupsi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, menghadapi penolakan keras dari pihak Kejari.
Ketegangan memuncak ketika perwakilan AWaSI meminta untuk bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, namun Kajari enggan menemui massa.
Hal ini memicu protes keras dari para pengunjuk rasa.
Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyatakan kekecewaannya atas sikap penutupan pihak Kejari terhadap tuntutan masyarakat.
"Kami datang dengan niat baik, menyampaikan aspirasi terkait keterbukaan informasi dan penanganan kasus korupsi. Namun, kami dihadang dan ditolak masuk. Ini mencederai semangat demokrasi dan transparansi. Jumpai kami, jangan sembunyi di balik pintu," tegas Erfan di tengah kericuhan.
Insiden berawal saat massa aksi dihadang oleh Kasi Intel Kejari dan petugas keamanan internal di pintu gerbang.
Beberapa peserta aksi terdorong saat mencoba mendekati kantor, namun insiden bentrokan fisik berhasil dihindari.
AWaSI menuntut transparansi penuh dalam penanganan perkara korupsi di wilayah hukum Kejari Sungai Penuh, yang selama ini dinilai lamban dan kurang terbuka bagi publik.
Mereka juga mengecam sikap Kajari yang dinilai menghindar dari dialog dengan masyarakat dan wartawan.
"Kajari seharusnya hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Ini bukan persoalan pribadi, tapi hak masyarakat atas keadilan dan informasi yang jujur. Apakah Kajari takut berhadapan dengan wartawan?" tambah Erfan.
Meskipun aksi berlangsung penuh ketegangan, tidak ada kekerasan serius yang terjadi.
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK