Majelis Al-Qur’an di Masjid Bukan Sekadar Kajian, Ini 4 Keutamaannya
BANDA ACEH Majelis AlQur&039an dinilai sebagai salah satu majelis paling mulia dalam Islam karena merupakan warisan langsung dari Nab
AGAMA
JAMBI — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Selasa (17/6/2025), berakhir dengan ketegangan.
Massa aksi yang ingin menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus korupsi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, menghadapi penolakan keras dari pihak Kejari.
Ketegangan memuncak ketika perwakilan AWaSI meminta untuk bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, namun Kajari enggan menemui massa.
Hal ini memicu protes keras dari para pengunjuk rasa.
Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyatakan kekecewaannya atas sikap penutupan pihak Kejari terhadap tuntutan masyarakat.
"Kami datang dengan niat baik, menyampaikan aspirasi terkait keterbukaan informasi dan penanganan kasus korupsi. Namun, kami dihadang dan ditolak masuk. Ini mencederai semangat demokrasi dan transparansi. Jumpai kami, jangan sembunyi di balik pintu," tegas Erfan di tengah kericuhan.
Insiden berawal saat massa aksi dihadang oleh Kasi Intel Kejari dan petugas keamanan internal di pintu gerbang.
Beberapa peserta aksi terdorong saat mencoba mendekati kantor, namun insiden bentrokan fisik berhasil dihindari.
AWaSI menuntut transparansi penuh dalam penanganan perkara korupsi di wilayah hukum Kejari Sungai Penuh, yang selama ini dinilai lamban dan kurang terbuka bagi publik.
Mereka juga mengecam sikap Kajari yang dinilai menghindar dari dialog dengan masyarakat dan wartawan.
"Kajari seharusnya hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Ini bukan persoalan pribadi, tapi hak masyarakat atas keadilan dan informasi yang jujur. Apakah Kajari takut berhadapan dengan wartawan?" tambah Erfan.
Meskipun aksi berlangsung penuh ketegangan, tidak ada kekerasan serius yang terjadi.
Namun, AWaSI bertekad untuk terus mengawal tuntutan masyarakat dan berencana melanjutkan aksi bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kerinci dan Sungai Penuh.
"Kami akan melakukan aksi lanjutan tanpa henti hingga Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh bersedia bertemu atau diganti dengan pejabat yang lebih responsif," pungkas Erfan dengan nada geram.*
BANDA ACEH Majelis AlQur&039an dinilai sebagai salah satu majelis paling mulia dalam Islam karena merupakan warisan langsung dari Nab
AGAMA
MEDAN Terdakwa kasus dugaan korupsi penjualan aluminium PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT Inalum, Oggy Achmad Kosasih, menga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pembangunan Gedung Pelayanan Marka
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait kasus korban begal, Guntur Sugoro (41), yang diduga ditembak kawanan
NASIONAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu skema pembiayaan yang banyak diminati pelaku usaha mikro, kecil, dan
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kota Medan untuk me
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara Khoirul Muttaqin di Ba
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong agar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dijadikan agenda tahunan bergengsi d
PEMERINTAHAN
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada Sabtu, 23 Mei 2026. Secara umu
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di
NASIONAL