Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAMBI — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Selasa (17/6/2025), berakhir dengan ketegangan.
Massa aksi yang ingin menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus korupsi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, menghadapi penolakan keras dari pihak Kejari.
Ketegangan memuncak ketika perwakilan AWaSI meminta untuk bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, namun Kajari enggan menemui massa.
Hal ini memicu protes keras dari para pengunjuk rasa.
Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyatakan kekecewaannya atas sikap penutupan pihak Kejari terhadap tuntutan masyarakat.
"Kami datang dengan niat baik, menyampaikan aspirasi terkait keterbukaan informasi dan penanganan kasus korupsi. Namun, kami dihadang dan ditolak masuk. Ini mencederai semangat demokrasi dan transparansi. Jumpai kami, jangan sembunyi di balik pintu," tegas Erfan di tengah kericuhan.
Insiden berawal saat massa aksi dihadang oleh Kasi Intel Kejari dan petugas keamanan internal di pintu gerbang.
Beberapa peserta aksi terdorong saat mencoba mendekati kantor, namun insiden bentrokan fisik berhasil dihindari.
AWaSI menuntut transparansi penuh dalam penanganan perkara korupsi di wilayah hukum Kejari Sungai Penuh, yang selama ini dinilai lamban dan kurang terbuka bagi publik.
Mereka juga mengecam sikap Kajari yang dinilai menghindar dari dialog dengan masyarakat dan wartawan.
"Kajari seharusnya hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Ini bukan persoalan pribadi, tapi hak masyarakat atas keadilan dan informasi yang jujur. Apakah Kajari takut berhadapan dengan wartawan?" tambah Erfan.
Meskipun aksi berlangsung penuh ketegangan, tidak ada kekerasan serius yang terjadi.
Namun, AWaSI bertekad untuk terus mengawal tuntutan masyarakat dan berencana melanjutkan aksi bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kerinci dan Sungai Penuh.
"Kami akan melakukan aksi lanjutan tanpa henti hingga Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh bersedia bertemu atau diganti dengan pejabat yang lebih responsif," pungkas Erfan dengan nada geram.*
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN