Satgas PRR Minta Anggaran Pemulihan Pascabencana Segera Direalisasikan, Fokus Bantu Penyintas
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
PARIGI MOUTONG — Sebanyak 51 kali gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (3/9/2025) pagi hingga siang.
Rentetan gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada satu bangunan sekolah dasar, namun tidak ada laporan korban jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa utama terjadi pada pukul 06.53:12 WIB dengan magnitudo 5,0.
Episentrum gempa berada di koordinat 0.88 Lintang Selatan dan 120.28 Bujur Timur, atau sekitar 44 kilometer timur laut Kota Palu, pada kedalaman 10 kilometer.
"Guncangan dirasakan di Parigi dengan intensitas IV MMI dan di Palu pada skala III hingga IV MMI," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resmi yang diterima Rabu siang.
BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.23:59 Wita, total gempa yang tercatat mencapai 51 kejadian, terdiri dari satu gempa utama dan 50 gempa susulan.
"Gempa susulan cenderung melemah, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada," tambah Daryono.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong melaporkan satu bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan terjadi di SDN 1 Tolai Barat, Kecamatan Torue.
"Satu panel plafon ruang kelas jatuh. Termasuk dalam kategori kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai.
Saat ini, BPBD bersama aparat kecamatan, desa, serta relawan masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak.
BPBD Parigi Moutong mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat setempat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak terpancing isu. Pastikan jalur evakuasi dan titik kumpul keluarga sudah diketahui," ujar Rivai.
Berikut imbauan lengkap BPBD Parigi Moutong:
- Tetap waspada terhadap gempa susulan. Jika terjadi guncangan, segera menjauhi bangunan.
- Hindari penyebaran hoaks. Percayai hanya informasi dari BMKG dan pemerintah daerah.
- Siapkan tas darurat yang berisi dokumen penting, makanan, air minum, senter, dan obat-obatan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas masyarakat di sebagian wilayah Parigi Moutong berangsur normal, meski beberapa bangunan seperti sekolah dan rumah sakit sempat dievakuasi sebagai langkah antisipasi.*
(bs/a008)
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar pelaku tindak pidana korupsi dijatuhi hukuman mati. Organisasi tersebut menilai kor
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka kembali akses platform forum daring Reddit di Indonesia setelah lebih
SAINS DAN TEKNOLOGI
SOLO Timnas U17 Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah bermain imbang 11 dalam laga uji coba bertajuk Garuda Champio
OLAHRAGA
MEDAN Warga kawasan Medan Utara menyampaikan sejumlah keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program Sapa Warga y
PEMERINTAHAN
SERDANG BEDAGAI Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ular, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera
PERISTIWA
JAKARTA Pengguna Android ternyata dapat mengetahui sisa masa dukungan perangkat dengan cara yang cukup mudah. Informasi ini penting untu
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan program keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PB
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.
NASIONAL
KISARAN Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut me
EKONOMI