BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Matahari Jatuh? Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena Langit Merah di Aceh

Abyadi Siregar - Jumat, 05 September 2025 21:23 WIB
Matahari Jatuh? Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena Langit Merah di Aceh
Ilustrasi. (foto: SHUTTERSTOCK/Lukasz Pawel Szczepanski)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH — Sebuah video pendek yang menampilkan fenomena langit berwarna merah pada siang hari sempat menggegerkan jagat media sosial.

Video yang diklaim diambil di Aceh ini memicu beragam spekulasi, termasuk narasi keliru tentang "matahari jatuh" yang membuat masyarakat bingung dan khawatir.

Menanggapi fenomena tersebut, Guru Besar Fisika Teori Institut Pertanian Bogor (IPB) University sekaligus pengampu mata kuliah Optik dan Fotonik, Prof. Husin Alatas, dengan tegas membantah klaim "matahari jatuh" secara ilmiah.

"Matahari adalah bintang dengan volume 1,3 juta kali bumi dan radius 110 kali radius bumi. Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari bumi. Jadi, mustahil matahari jatuh ke bumi," jelas Husin, dikutip dari laman resmi IPB, Jumat (5/9/2025).

Prof. Husin kemudian memaparkan penjelasan ilmiah mengenai penyebab langit tampak merah pada siang hari tersebut.

Secara umum, warna langit yang kita lihat dipengaruhi oleh proses hamburan cahaya di atmosfer bumi.

Cahaya putih matahari terdiri dari berbagai panjang gelombang, mulai dari biru, hijau, hingga merah.

"Pada kondisi langit cerah, warna biru yang kita lihat disebabkan oleh hamburan Rayleigh, yaitu hamburan cahaya oleh molekul-molekul udara yang berukuran sangat kecil dibanding panjang gelombangnya. Warna biru yang memiliki panjang gelombang kecil lebih banyak tersebar sehingga mendominasi warna langit," jelas Husin.

Sementara itu, pada saat matahari terbit atau terbenam, posisi matahari yang rendah di ufuk membuat warna merah dan jingga yang memiliki panjang gelombang lebih panjang dan tidak banyak tersebar, lebih dominan terlihat oleh mata pengamat.

Selain hamburan Rayleigh, terdapat pula hamburan Mie yang terjadi ketika partikel di atmosfer seperti aerosol, debu halus, atau tetesan air berukuran lebih besar menghamburkan cahaya.

Hamburan Mie ini menyebabkan cahaya tersebar merata pada semua panjang gelombang, sehingga awan tampak berwarna putih meski langit berwarna biru.

"Mengenai fenomena langit merah di siang hari yang viral itu, jika video memang benar diambil pada siang hari, besar kemungkinan atmosfer saat itu mengandung konsentrasi tinggi aerosol atau debu halus. Contohnya akibat polusi, asap kebakaran hutan, atau debu vulkanik," ungkapnya.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru