Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Oper Sana, Oper Sini
OlehMuhammad Yazid AlFaizi DALAM sistem demokrasi yang baik, janji kampanye merupakan kontrak sosial sakral antara calon pemimpin dan raky
OPINI
MEDAN — Ribuan massa dari berbagai kelompok rentan kembali menggelar unjuk rasa di Titik Nol Kota Medan, Sabtu sore (6/9).
Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, mahasiswa, masyarakat adat, serta sejumlah organisasi non-pemerintah yang kompak mengenakan pakaian berwarna pink dan hijau, simbol perlawanan yang tengah populer saat ini.
Koordinator aksi, Annisa Shereen, menyatakan bahwa massa akan terus mengawal hingga seluruh 17+8 tuntutan masyarakat terpenuhi.
"Kemarahan rakyat bukan sekadar reaksi spontan, melainkan manifestasi dari krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan sistem politik yang gagal mewujudkan keadilan sosial serta perlindungan hak-hak warga negara," tegas Annisa melalui pengeras suara.
Sejumlah kebijakan pemerintah menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa ini.
Di antaranya adalah Omnibus Law yang dinilai merugikan buruh, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), program Food Estate yang dianggap merampas tanah rakyat dan merusak lingkungan, serta manipulasi regulasi yang memperkuat oligarki dan dinasti politik.
Selain itu, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), perubahan Undang-Undang TNI dan RUU Polri yang membuat militer dan kepolisian semakin kuat, hingga Proyek Strategis Nasional yang dinilai merampas ruang hidup rakyat juga turut dikritisi.
Massa juga menyoroti pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) yang dinilai dilakukan secara tertutup dan berpotensi memuat pasal-pasal bermasalah.
Dalam aksi yang berlangsung hingga malam hari tersebut, massa tidak hanya berorasi, tetapi juga menampilkan pertunjukan seni, teatrikal, puisi, dan musik sebagai bentuk ekspresi protes.
Foto-foto 10 korban meninggal dunia akibat gelombang unjuk rasa dalam dua pekan terakhir dipajang sebagai simbol duka dan peringatan.
Lusty Ro Malau dari organisasi Perempuan Hari Ini (PHI) menyampaikan kecamannya terhadap tindakan kekerasan aparat selama penanganan demonstrasi.
"Ini harus dicatat, 10 korban ini bukan hanya angka statistik. Mereka adalah pahlawan yang meninggal karena menuntut aspirasinya didengar," ucap Lusty sambil memimpin doa bersama untuk para korban.
OlehMuhammad Yazid AlFaizi DALAM sistem demokrasi yang baik, janji kampanye merupakan kontrak sosial sakral antara calon pemimpin dan raky
OPINI
OlehAli Lubis.PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Bukan hanya dalam bentuk janj
OPINI
JAKARTA Ayat Kursi merupakan salah satu ayat dalam AlQur&039an yang banyak diamalkan umat Islam. Salah satu keutamaannya adalah menja
AGAMA
DAIRI Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, tidak hanya dikenal sebagai daerah penyangga kawasan Danau Toba, tetapi juga memiliki banyak dest
PARIWISATA
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri 2026 kembali menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Ke
EKONOMI
BANDUNG Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Ir. H. T
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan mengalami cuaca cer
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Jawa Barat pada Minggu, 28 Juni
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Daerah Khusus Jakarta berpotensi menga
NASIONAL