Oknum menggunakan helm, membawa tameng, serta kayu panjang, dengan seragam tampak menggunakan lambang Polri mendatangi wilayah adat dengan perlengkapan layaknya pasukan bentrok. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Akibat aksi brutal ini, setidaknya lima warga mengalami luka-luka serius. Beberapa mengalami lebam akibat pukulan kayu, sementara lainnya berdarah karena hantaman batu.
Kemarahan pelaku tidak berhenti pada tubuh manusia. Rumah Bersama, simbol perjuangan masyarakat adat, ikut dirusak. Tidak hanya itu, enam unit sepeda motor milik warga juga dihancurkan, menambah kerugian materil di tengah luka fisik dan batin.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan serius: mengapa dalam penyerbuan tersebut ditemukan seragam dengan lambang Polri? Apakah ada penyalahgunaan atribut negara dalam konfliklahan antara masyarakat adat dan perusahaan?
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan ditunggu tindak lanjut pihak berwenang.*