Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Binjai, Senin (22/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BINJAI – Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) menggelar aksiunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Binjai, Senin (22/9/2025).
Demonstrasi ini digelar untuk menuntut klarifikasi dari tiga anggota DPRDBinjai, yaitu Azrai Aziz, Ronggur Simorangkir, dan Yudi Pranata, atas pernyataan kontroversial mereka yang menyebut aksimahasiswa sebagai "pesanan bandar narkoba."Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap gerakan moral mahasiswa yang menuntut pemecatan Ajie Karim dari kursinya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, setelah video dirinya diduga tengah dugem di sebuah tempat hiburan malam viral di media sosial.
Koordinator aksi, Pangeran Siregar, dengan tegas mengecam ketiga anggota dewan tersebut yang menurutnya justru membela Ajie Karim dengan cara melontarkan tuduhan tanpa dasar terhadap gerakan mahasiswa."Ketiga oknum ini membela Ajie Karim dengan tudingan murahan, tapi tidak punya nyali menjumpai kami. Mereka pengecut yang lebih memilih sembunyi daripada mempertanggungjawabkan ucapannya," ujar Pangeran di hadapan massa aksi.
Selama aksi berlangsung, tidak satu pun dari ketiga anggota DPRD tersebut menemui mahasiswa.Dalam orasinya, JMI menuntut agar DPRDBinjai segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang wajib dihadiri oleh pimpinan DPRDBinjai, tiga anggota dewan yang disebut, pihak Polres Binjai, serta perwakilan mahasiswa.
Menurut JMI, forum RDP ini penting untuk membuka ruang klarifikasi atas tuduhan serius tersebut dan membuktikan apakah tudingan itu benar atau hanya strategi untuk melindungi Ajie Karim dari tekanan publik."Kami tidak akan berhenti. Jika DPRDBinjai membiarkan tudingan ini menggantung, kami akan melaporkan oknum-oknum itu karena fitnah dan pencemaran nama baik," tegas Pangeran.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris DPRDBinjai, Syawal Sembiring, akhirnya menemui para pengunjuk rasa. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan RDP seperti yang diminta.
Namun ia juga menyebut bahwa masalah ini pada dasarnya merupakan persoalan internal partai.Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh massa aksi, yang menegaskan bahwa tudingan terhadap mahasiswa telah masuk ke ranah publik dan harus diselesaikan secara terbuka serta bertanggung jawab.*