BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

16 Siswa dan Guru Diduga Keracunan Menu Ikan Hiu MBG, BGN: Itu Usulan Ahli Gizi SPPG

- Kamis, 25 September 2025 13:48 WIB
16 Siswa dan Guru Diduga Keracunan Menu Ikan Hiu MBG, BGN: Itu Usulan Ahli Gizi SPPG
16 murid serta seorang guru keracunan diduga setelah menyantap paket MBG dengan menu ikan hiu di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (foto: senakin_informasi/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkapkan bahwa menu ikan hiu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari rekomendasi ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pernyataan ini disampaikan usai mencuatnya kasus dugaan keracunan massal di Kalimantan Barat.

"Menu ikan hiu ini awalnya memang usulan ahli gizi SPPG. Baru dua kali diberikan, dan langsung kami hentikan setelah ada laporan dugaan keracunan di Ketapang," ujar Nanik, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga:
Menu yang dimaksud berupa ikan hiu filet saus tomat, disajikan bersama oseng kol dan wortel.

Hidangan tersebut baru dua kali didistribusikan sebelum akhirnya ditarik dari peredaran.

Insiden tersebut terjadi di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan menimpa 16 murid serta seorang guru.

Mereka mengalami gejala mual, muntah, dan pusing tak lama setelah menyantap paket MBG dengan menu ikan hiu.

Nanik menyatakan bahwa penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan.

Saat ini, tim gabungan dari BGN, dinas kesehatan daerah, dan instansi terkait tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.

Program MBG sendiri digulirkan pemerintah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan asupan gizi siswa sekolah dasar dan menengah melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis setiap hari.

Namun, insiden yang terjadi di Ketapang membuat publik mulai mempertanyakan proses seleksi bahan pangan, khususnya yang menyangkut keamanan konsumsi.

Nanik menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pemilihan menu, termasuk menarik semua menu yang dinilai berpotensi menimbulkan efek samping.

"Penyelidikan sedang kami lakukan. Jika terbukti ada kelalaian dalam distribusi atau pemilihan bahan pangan, kami tidak akan segan untuk mengambil langkah tegas. Yang pasti, kami tidak akan kompromi soal keselamatan anak-anak," tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan juga mengkritik distribusi ultra-processed food (UPF) dalam program MBG yang dinilai justru bertentangan dengan tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi.

Kritik itu menguat setelah sejumlah kasus keracunan makanan muncul di berbagai daerah sejak program ini diluncurkan secara nasional.

Sebagai langkah antisipasi, BGN menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap semua tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari perencanaan menu, distribusi bahan, hingga penyajian makanan di sekolah-sekolah.

BGN meminta masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium yang saat ini masih berlangsung.

"Kami memahami kekhawatiran publik. Kami akan transparan menyampaikan hasil uji laboratorium begitu tersedia," tutup Nanik.

Sementara itu, beberapa sekolah di wilayah lain telah mengambil kebijakan menunda sementara penyajian menu MBG yang belum mendapat persetujuan ulang dari otoritas gizi pusat.*

(bb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Minta Maaf soal Kasus Keracunan MBG, Hentikan Sementara Dapur SPPG
Sepekan Program Makan Bergizi Gratis di MTsN 1 Tapanuli Selatan: Siswa Lebih Semangat, Disiplin Meningkat
Perbaikan Terfokus, Bukan Disetop: Jalan Bijak untuk Program MBG
Menu Ikan Hiu Goreng Diduga Jadi Pemicu 25 Siswa dan Guru Keracunan MBG di Ketapang
BGN: 80% Dapur MBG Langgar SOP, Picu Keracunan Massal Siswa
BGN Beberkan SOP Tanggap Darurat Keracunan Makanan Bergizi Gratis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru