IGPC menggelar aksi solidaritas mengawal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025). (foto: Nasywa Athifah/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Ratusan massa yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) menggelar aksi solidaritas mengawal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes atas penangkapan ratusan aktivis flotilla oleh militer Israel di perairan internasional.
Pantauan di lokasi, aksi dimulai sekitar pukul 14.31 WIB. Massa datang membawa atribut seperti bendera Palestina, spanduk, serta poster bertuliskan seruan seperti "Stop Starving Gaza" dan "All Eyes on Sumud Flotilla".
Mereka juga meneriakkan slogan "Free, free Palestine!" sepanjang aksi berlangsung.
Meski digelar di depan gedung Kedubes AS, arus lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Selatan tetap terbuka.
Aparat kepolisian turut berjaga untuk memastikan aksi berjalan tertib.
Salah satu delegasi IGPC yang turut serta dalam misi Global Sumud Flotilla, Maryam Rachmayani, hadir dan memberikan orasi dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Maryam menggambarkan betapa berat dan berisikonya perjuangan para aktivis kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza membawa bantuan.
"Perjalanan dari Barcelona ke Gaza bukan sekadar pelayaran biasa. Itu membutuhkan kekuatan fisik dan mental luar biasa. Mereka tahu akan ditangkap, tapi tetap maju," ujar Maryam.
Ia merinci bahwa perjalanan dari Tunisia ke Italia memakan waktu tiga hari, lalu dilanjutkan dari Italia ke Yunani selama dua hari.
Di setiap titik singgah, para aktivis harus menghadapi tantangan logistik, kerusakan kapal, hingga pergantian akomodasi.
"Banyak yang akhirnya mundur di tengah jalan karena tak kuat menunggu dan menghadapi ketidakpastian. Tapi mereka yang bertahan adalah pejuang sejati," lanjutnya.