IGPC menggelar aksi solidaritas mengawal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025). (foto: Nasywa Athifah/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Aksi ini digelar menyusul insiden penyerangan kapal flotilla oleh angkatan laut Israel pada Rabu (1/10) sekitar pukul 20.30 waktu Gaza.
Beberapa kapal utama seperti Alma, Surius, dan Adara disergap secara ilegal oleh militer Israel di wilayah perairan internasional.
Sebelum melakukan penyerbuan, pasukan Israel lebih dulu memblokir sistem komunikasi kapal dan memutus siaran langsung yang sedang berlangsung.
Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional terhadap para pekerja kemanusiaan yang tidak bersenjata.
Menurut pernyataan resmi Global Sumud Flotilla, saat ini lebih dari 400 aktivis dari berbagai negara yang menaiki lebih dari 40 kapal telah ditahan oleh Israel.
Dalam orasinya, Maryam juga membandingkan pengorbanan para aktivis flotilla dengan aksi masyarakat Indonesia yang datang menunjukkan solidaritas di jalanan.
"Teman-teman di sana bertaruh nyawa di laut, sementara kita hanya perlu menghadirkan raga kita di sini. Datang, berpanas-panasan, dan bersuara. Itu sudah sangat berarti untuk Palestina," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat solidaritas lintas agama dan kemanusiaan dalam membela rakyat Gaza yang hingga kini masih mengalami blokade dan serangan.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat sipil Indonesia terhadap misi kemanusiaan global dan penolakan terhadap tindakan represif Israel terhadap aktivis kemanusiaan internasional.*