Komitmen Majukan Kemandirian Warga: Wali Kota Medan Rico Waas Sabet Penghargaan LPM Award 2026
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungannya terhadap pemberdayaan masyarakat desa
NASIONAL
SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus mendalami penyebab ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim ahli konstruksi.
"Ini harus dilihat dari awal. Proses saat runtuhnya sudah kami dokumentasikan. Penyelidikannya harus menyeluruh dan kami juga harus ada panduan dari tim ahli konstruksi," ujar Nanang di Sidoarjo, Jumat (3/10).Baca Juga:
Menurutnya, tidak mungkin menyimpulkan penyebab runtuhnya bangunan tanpa memahami proses pembangunan dari awal hingga selesai.
Oleh karena itu, polisi akan melibatkan para ahli, terutama di bidang teknik sipil dan konstruksi bangunan.
"Yang jelas, fokus utama kami saat ini adalah aspek kemanusiaan," tegas Kapolda.
Polda Jatim juga sedang melakukan pendataan korban yang terdampak insiden tersebut.
Pendataan dibagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pondok pesantren, dan para pekerja yang saat itu sedang berada di lokasi pembangunan.
"Saat ini masih proses pendataan, dan prioritas kami adalah penanganan kemanusiaan," jelasnya.
Dari seluruh data yang dihimpun hingga hari ini, tercatat sebanyak 53 orang masih belum ditemukan.
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, termasuk melibatkan alat berat.
Namun, seluruh proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Kami tidak bisa sembarangan dalam proses evakuasi. Di lokasi masih ada jenazah yang belum ditemukan. Karena itu, kami libatkan ahli konstruksi dari ITS dan Kementerian PUPR untuk memandu proses evakuasi agar tidak membahayakan," imbuh Nanang.
Penyelidikan penyebab ambruknya mushala juga akan mengacu pada analisis teknis dari para akademisi dan insinyur profesional.
Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dilibatkan untuk menilai struktur bangunan dan mencari potensi kelalaian dalam pembangunan.
Runtuhnya mushala ini menjadi sorotan publik karena menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk menuntaskan investigasi serta memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali.*
(vo/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungannya terhadap pemberdayaan masyarakat desa
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kabupaten Nagan
NASIONAL
PADANG PARIAMAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong penanganan segera sej
NASIONAL
BALIKPAPAN TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat koordinasi pengamanan fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai Bekapai yang d
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memberikan mandat berat kepada 34 pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Agung. Mere
NASIONAL
MEDAN Ikatan Sarjana Al Washliyah Sumatera Utara (ISARAH Sumut) membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dalam rangka menyemarakka
NASIONAL
MEDAN Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara terus memperkuat penyaluran komoditas pangan melalui berbagai program pemerintah. Penyaluran dilak
EKONOMI
MEDAN Kasus kematian Arbi Syahputra, pemuda 19 tahun yang tewas tertembak di kawasan Jalan Willem Iskandar dekat Kampus UNIMED Medan pada
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dengan Kodim 0201/Medan untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendukung berbagai pr
PEMERINTAHAN